Andi Ilham turut memohon doa restu dari para habib dan masyarakat yang hadir agar amanah kepemimpinannya di Kadin Gorontalo senantiasa membawa keberkahan serta kemaslahatan bagi daerah …
GORONTALO – Suasana khidmat menyelimuti pelataran Masjid Baitul Arasyid pada gelaran Kadin Berselawat, Sabtu (17/10/2026). Di hadapan ratusan jemaah yang larut dalam lantunan pujian kepada Nabi, Ketua Umum Kadin Provinsi Gorontalo, Andi Ilham, membagikan kisah personal yang menyentuh hati tentang ikhtiar dan air mata di balik berdirinya masjid megah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masjid Baitul Arasyid berakar dari sebuah komitmen spiritual. Andi Ilham menuturkan, saat dirinya diminta mendampingi Idris Rahim maju dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwako), ia hanya mengajukan satu syarat mutlak: mendirikan sebuah rumah ibadah.
”Waktu itu saya sampaikan ke Papa, saya ini dulu perantau. Tanpa bekal, kita bisa terlunta-lunta di kampung orang. Begitu pun di akhirat kelak, kita akan tersesat tanpa bekal amal,” tutur Andi Ilham mengenang percakapannya bersama sang ayah.
Mendengar niat tulus putranya, sang ayah langsung mengiyakan tanpa ragu. Beliau bergegas memeriksa simpanan uang di ruang praktiknya. Di sana tersimpan lembaran-lembaran rupiah lama yang sebagian bahkan telah lapuk dimakan rayap dan karet pengikatnya terputus. Seluruh tabungan tersebut diikhlaskan tanpa sisa demi membiayai tahap awal pembangunan.
Namun, takdir menuliskan jalan lain. Saat pengerjaan baru mencapai tahap fondasi cakar ayam, sang ayah berpulang ke hadirat Sang Pencipta tanpa sempat merasakan shalat di masjid impiannya.
Estafet amanah itu kemudian beralih ke pundak sang ibu. Usai pemakaman suaminya, sang ibu berpesan agar pembangunan terus berjalan sebaik dan semegah mungkin sesuai kemampuan keluarga. Namun, duka kembali datang menguji.
Sebelum bangunan rampung seutuhnya, sang ibu pun menyusul menghadap Ilahi. Semasa hidup, beliau tak sempat bersujud di dalam masjid tersebut—jasadnya hanya sempat disalatkan di sana sebelum dihantarkan ke liang lahad.
Kini, Masjid Baitul Arasyid berdiri kukuh bukan sekadar sebagai simbol arsitektur, melainkan monumen bakti seorang anak sekaligus ladang amal jariah abadi bagi kedua orang tuanya.
Menutup kisahnya, Andi Ilham memimpin langsung pelafalan surah Al-Fatihah yang disambut serentak oleh jemaah demi mendoakan kedua almarhum. Ia turut memohon doa restu dari para habib dan masyarakat yang hadir agar amanah kepemimpinannya di Kadin Gorontalo senantiasa membawa keberkahan serta kemaslahatan bagi daerah.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar