Wakil Bupati Iwan S. Adam menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem dan Karhutla bukan persoalan sektoral semata, melainkan menyangkut hajat hidup serta …
POHUWATO, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Pohuwato bergerak cepat memperkuat mitigasi bencana menyusul ancaman musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah terpadu ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Dampak Kekeringan dan Karhutla yang digelar di Ruang Rapat Gunung Pani, Kantor Bupati Pohuwato, Rabu (26/08/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakor strategis lintas sektoral tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam. Agenda ini turut dihadiri Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, Kasdim 1313/Pohuwato, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Basarnas Pohuwato, Perumdam Tirta Moolango, serta Kepala KPH Wilayah III Marisa.
Pertemuan terpadu ini fokus membedah hasil kaji cepat (rapid assessment) dan memetakan dinamika kondisi wilayah yang rentan terdampak. Selain menyusun strategi penanganan teknis di lapangan—mulai dari pasokan air bersih hingga kesiapan personel pemadam—forum ini juga mengkaji secara mendalam urgensi penetapan status tanggap darurat bencana.
Wakil Bupati Iwan S. Adam menegaskan bahwa ancaman cuaca ekstrem dan Karhutla bukan persoalan sektoral semata, melainkan menyangkut hajat hidup serta keselamatan masyarakat luas.
”Ini menyangkut kehidupan kita bersama. Bahayanya sangat nyata jika tidak kita antisipasi bersama sejak dini, terlebih cuaca panas ekstrem kian dirasakan oleh masyarakat,” ujar Iwan saat memberikan arahan.
Melalui rakor ini, seluruh unsur Forkopimda dan instansi teknis sepakat menyatukan komando dan mempercepat respons penanganan di titik-titik rawan, guna meminimalisasi kerugian materiil, ekologis, maupun gangguan kesehatan warga di wilayah Pohuwato.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar