Ucapan selamat dan apresiasi hangat salah satunya datang dari pengusaha nasional asal Gorontalo, Andi Ilham. Sosok yang kini menjabat sebagai Pengurus Kadin Indonesia, mantan aktivis HIPMI, serta …
GORONTALO — Terpilihnya Fikal Uloli sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bone Bolango menuai gelombang sambutan positif dari kalangan pelaku usaha, baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi Gorontalo. Keputusan tersebut lahir melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Bone Bolango yang digelar khidmat pada Sabtu (12/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema strategis “Dari Potensi Menjadi Prestasi: Mendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bone Bolango”, agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah serta pengurus Kadin tingkat provinsi dan kabupaten.
Ucapan selamat dan apresiasi hangat salah satunya datang dari pengusaha nasional asal Gorontalo, Andi Ilham. Sosok yang kini menjabat sebagai Pengurus Kadin Indonesia, mantan aktivis HIPMI, serta Bendahara KKSS dan Bendahara MUI Provinsi Gorontalo tersebut menilai Fikal adalah figur yang tepat untuk menahkodai Kadin Bone Bolango ke depan.
”Selamat atas amanah baru yang diemban oleh Saudara Fikal Uloli. Terpilihnya beliau membawa angin segar sekaligus optimisme baru bagi iklim usaha di Bone Bolango,” ujar Andi Ilham.
Menurut Andi, rekam jejak kepemimpinan Fikal tidak perlu diragukan lagi. Pengalamannya yang matang di berbagai ranah organisasi—termasuk kiprahnya saat menjabat sebagai Ketua KNPI Bone Bolango—menjadi modal solid dalam memanajemen roda organisasi sebesar Kadin.
”Fikal adalah figur yang teruji dan piawai dalam kepemimpinan organisasi. Kematangan itu menjadi modal berharga untuk merangkul seluruh pelaku usaha, mulai dari sektor UMKM hingga skala besar,” tambahnya.
Andi Ilham berharap, di bawah kepemimpinan Fikal Uloli, Kadin Bone Bolango mampu bertindak sebagai katalisator yang menjembatani sinergi strategis antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Fokus utama ke depan diharapkan tertuju pada pembukaan kran investasi seluas-luasnya, penciptaan iklim bisnis yang adaptif, serta optimalisasi potensi komoditas lokal agar mampu berdaya saing tinggi dan menembus pasar nasional.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar