Guna mencari solusi terbaik, pihak Dinas Kesehatan telah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), lintas sektor, serta perwakilan nakes. Dalam forum tersebut …
BONE BOLANGO — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir, memberikan klarifikasi terbuka terkait keterlambatan pembayaran gaji tenaga kesehatan (nakes) outsourcing dan sopir ambulans di wilayah kerjanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa hak para tenaga medis tersebut dipastikan aman dan saat ini sedang dalam proses penyesuaian administrasi keuangan.
Dalam penjelasannya, dr. Rini begitu Ia disapa mengungkapkan bahwa kendala utama keterlambatan pembayaran ini disebabkan oleh alokasi anggaran awal yang tidak mencukupi untuk mendanai satu tahun penuh menyusul adanya kenaikan standar gaji.
Guna mencari solusi terbaik, pihak Dinas Kesehatan telah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), lintas sektor, serta perwakilan nakes. Dalam forum tersebut, pihak dinas menawarkan dua opsi kepada para pekerja:
Kadis menjelaskan bahwa usulan penambahan anggaran tersebut kini sedang berproses di tingkat pemerintah daerah, sejalan dengan mekanisme APBD Perubahan.
Keterlambatan ini tidak hanya dialami oleh nakes outsourcing, tetapi juga berdampak pada pos anggaran lain seperti tenaga P3K, honorer medis, hingga biaya operasional puskesmas (termasuk pembayaran listrik).
Ia memastikan bahwa dana tersebut ada dan tidak akan hilang. Pembayaran nantinya akan dilakukan secara rapel (dirapel) setelah proses perubahan anggaran selesai dan dana turun dari kas daerah.
“Yang pasti, lami dari dinas tetap menganggarkannya. Kami mohon bersabar menunggu proses perubahan anggaran ini rampung. Kalau pencairan sudah turun, pasti langsung dibayarkan rapel,” pungkasnya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar