“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN – PK UNG dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi praktis yang bisa dipraktekkan ibu-ibu di rumah …”
BOALEMO, [KLIKINDONESIA.CO] – Dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Pangeya Kabupaten Boalemo mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, PKK, Kader Posyandu, dan Dasawisma menggelar Demonstrasi Pengolahan Makanan Bergizi Berbasis Pangan Lokal, pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Pangeya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pengkajian awal yang dilakukan mahasiswa pada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan).
Pengkajian meliputi pemeriksaan status gizi, wawancara pola makan, serta identifikasi masalah kesehatan yang menjadi faktor risiko stunting di desa tersebut.
Dari pengkajian, ditemukan bahwa sebagian ibu hamil dan ibu dengan balita masih kesulitan menyajikan menu bergizi seimbang setiap hari. Oleh karena itu, kegiatan ini menyasar:
- Ibu hamil – untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi sejak masa kehamilan.
- Ibu dengan anak usia 0-2 tahun – agar mampu menyediakan menu sehat dan bervariasi dalam masa pertumbuhan emas anak.
- Kader posyandu, anggota PKK, dan kelompok dasawisma – sebagai penggerak utama edukasi gizi di masyarakat.
Selain penyampaian materi tentang stunting, peserta diajak untuk melihat langsung pembuatan menu sehat berbahan lokal seperti daun kelor, kacang hijau, dan labu kuning. Lima menu yang dipraktekkan adalah:
- Kue Nagasari isi kacang hijau;
- Puding daun kelor;
- Telur dadar daun kelor;
- Bakwan daun kelor, dan
- Putu ayu labu kuning.
Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga bisa mencicipi hasil masakan dan membawa pulang resepnya.
Kegiatan ini sukses terselenggara berkat sinergi mahasiswa KKN-PK, Pemerintah Desa, PKK, kader posyandu, dan kelompok dasawisma.
Kepala Desa Daud Adam, S.Pd, mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi praktis yang bisa dipraktekkan ibu-ibu di rumah,” ujarnya.
Di temapt yang sama. salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak inspirasi atas kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNG.
“Biasanya saya bingung mau masak apa yang sehat. Ternyata daun kelor dan labu bisa diolah jadi kue dan lauk yang anak-anak suka. Ini sangat bermanfaat untuk kami,” terangnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Ika Wulansari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat, pada kesempatan itu menjelaskan jika kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami berharap warga mampu memanfaatkan bahan lokal yang ada untuk menciptakan menu sehat, sehingga angka stunting bisa ditekan,” ujar Ika Wulansari.
Demo masak ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa KKN-PK, Pemerintah Desa, PKK, kader, dan dasawisma untuk terus mendampingi ibu hamil dan ibu balita dalam penerapan menu sehat sehari-hari. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting bisa berkelanjutan dan berdampak nyata.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











