Pangan Lokal Jadi Andalan, KKN-PK UNG dan Desa Pangeya Deklarasi Perangi Stunting

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi menu sehat berbahan lokal yang dipandu mahasiswa KKN – PK UNG korabolasi Pemerintah Desa, PKK, Kader Posyandu, dan Dasawisma Desa Pangeya Kabupaten Boalemo.

Demonstrasi menu sehat berbahan lokal yang dipandu mahasiswa KKN – PK UNG korabolasi Pemerintah Desa, PKK, Kader Posyandu, dan Dasawisma Desa Pangeya Kabupaten Boalemo.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN – PK UNG dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi praktis yang bisa dipraktekkan ibu-ibu di rumah …”

 

BOALEMO, [KLIKINDONESIA.CO] – Dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Pangeya Kabupaten Boalemo mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, PKK, Kader Posyandu, dan Dasawisma menggelar Demonstrasi Pengolahan Makanan Bergizi Berbasis Pangan Lokal, pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Pangeya.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pengkajian awal yang dilakukan mahasiswa pada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan).

Pengkajian meliputi pemeriksaan status gizi, wawancara pola makan, serta identifikasi masalah kesehatan yang menjadi faktor risiko stunting di desa tersebut.

Dari pengkajian, ditemukan bahwa sebagian ibu hamil dan ibu dengan balita masih kesulitan menyajikan menu bergizi seimbang setiap hari. Oleh karena itu, kegiatan ini menyasar:

  1. Ibu hamil – untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi sejak masa kehamilan.
  2. Ibu dengan anak usia 0-2 tahun – agar mampu menyediakan menu sehat dan bervariasi dalam masa pertumbuhan emas anak.
  3. Kader posyandu, anggota PKK, dan kelompok dasawisma – sebagai penggerak utama edukasi gizi di masyarakat.

Selain penyampaian materi tentang stunting, peserta diajak untuk melihat langsung pembuatan menu sehat berbahan lokal seperti daun kelor, kacang hijau, dan labu kuning. Lima menu yang dipraktekkan adalah:

  1. Kue Nagasari isi kacang hijau;
  2. Puding daun kelor;
  3. Telur dadar daun kelor;
  4. Bakwan daun kelor, dan
  5. Putu ayu labu kuning.

Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi juga bisa mencicipi hasil masakan dan membawa pulang resepnya.

Kegiatan ini sukses terselenggara berkat sinergi mahasiswa KKN-PK, Pemerintah Desa, PKK, kader posyandu, dan kelompok dasawisma.

Kepala Desa Daud Adam, S.Pd, mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga solusi praktis yang bisa dipraktekkan ibu-ibu di rumah,” ujarnya.

Di temapt yang sama. salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak inspirasi atas kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UNG.

“Biasanya saya bingung mau masak apa yang sehat. Ternyata daun kelor dan labu bisa diolah jadi kue dan lauk yang anak-anak suka. Ini sangat bermanfaat untuk kami,” terangnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Ika Wulansari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat, pada kesempatan itu menjelaskan jika kegiatan ini adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Kami berharap warga mampu memanfaatkan bahan lokal yang ada untuk menciptakan menu sehat, sehingga angka stunting bisa ditekan,” ujar Ika Wulansari.

Demo masak ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa KKN-PK, Pemerintah Desa, PKK, kader, dan dasawisma untuk terus mendampingi ibu hamil dan ibu balita dalam penerapan menu sehat sehari-hari. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting bisa berkelanjutan dan berdampak nyata.*[]

Penulis : Harissusanto Toonawu

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klikindonesia

Berita Terkait

Pemda Gorontalo Utara Gandeng Koperasi GASS, Perkuat Ekonomi Daerah Berlandaskan PP Nomor 7 Tahun 2021
Sinyal Penyelamat: Jaringan WiFi Bikin Kebakaran Hutan di Desa Meranti Tapa Padam Cepat
Perkuat Karakter Anak di Era Digital, Pemkab Bone Bolango Gelar Pekan Kebudayaan dan HAN 2026
Buka Orientasi PPPK Angkatan V di Botumotolioluwo, Bupati Ismet Mile Tekankan Penguatan Nilai Dasar ASN
Sepak Bola Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Waka Pedro Bau : Dorong Lahirnya ZRM CUP 18 Kecamatan
Buka ZRM Cup Botupingge, Bupati Ismet Mile: Sepak Bola Adalah Katalisator Ekonomi Rakyat!
Kades Huntu Utara Jasin Djabi Apresiasi Koperasi GASS, Sentuhan Nyata Ratusan Warga Miliki BPJS
Nyata Kawal Kesejahteraan, Koperasi GASS Kembali Salurkan 74 Kartu BPJS Ketenagakerjaan di Bone Bolango

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Pemda Gorontalo Utara Gandeng Koperasi GASS, Perkuat Ekonomi Daerah Berlandaskan PP Nomor 7 Tahun 2021

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sinyal Penyelamat: Jaringan WiFi Bikin Kebakaran Hutan di Desa Meranti Tapa Padam Cepat

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:46 WIB

Perkuat Karakter Anak di Era Digital, Pemkab Bone Bolango Gelar Pekan Kebudayaan dan HAN 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:53 WIB

Buka Orientasi PPPK Angkatan V di Botumotolioluwo, Bupati Ismet Mile Tekankan Penguatan Nilai Dasar ASN

Senin, 20 Juli 2026 - 19:53 WIB

Sepak Bola Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Waka Pedro Bau : Dorong Lahirnya ZRM CUP 18 Kecamatan

Berita Terbaru

Uncategorized

Ahli Waris Penerima Santunan Duka Doakan Kejayaan Koperasi GASS

Rabu, 29 Jul 2026 - 23:18 WIB