Oleh : Aldiyanto Arsyad : Studi Pemerintahan (Semester 3)
GORONTALO – Penjelasan komprehensif Djafar Alkatiri akhirnya membuka mata publik Gorontalo tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik polemik BSG. Isu yang selama berbulan bulan berkembang liar, penuh dugaan dan spekulasi, kini mulai menemukan bentuknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta – fakta yang disampaikan Djafar menegaskan bahwa banyak opini yang sejak awal melenceng dari realitas. Aldi, seorang mahasiswa Ilmu Pemerintahan, bahkan menyebut bahwa disinformasi yang beredar mengarah pada upaya demonisasi terhadap pihak tertentu.
Setelah sekian lama mengikuti perkembangan pemerintahan di Provinsi Gorontalo, akhirnya terungkap fakta bahwa “Ternyata selama ini Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, telah bekerja keras dan maksimal untuk memasukkan perwakilan Gorontalo dalam jajaran direksi dan komisaris Bank BSG.
Beliau telah melakukan komunikasi intens dengan Gubernur Sulawesi Utara, dan hasilnya seluruh pemegang saham mulai dari Gubernur Sulut hingga para bupati Pohuwato, Boalemo, Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango telah sepakat. Hanya Wali Kota Gorontalo yang menolak pelaksanaan RUPS Sirkuler.
Akibatnya, hingga saat ini tidak ada perwakilan Gorontalo di direksi maupun komisaris BSG, karena RUPS Sirkuler wajib disepakati 100%.”
Pada akhirnya, kami memahami bahwa Gubernur Gusnar Ismail adalah pihak yang paling aktif mengupayakan solusi, sementara Wali Kota telah terindentifikasi tidak memiliki iktikad baik untuk berjuang memperjuangkan perwakilan gorontalo di jajaran direksi dan komisaris.











