“Saya berkomitmen akan menindak tegas bila ada oknum-oknum yang melakukan praktek pungli di RS Toto Kabila …”
BONE BOLANGO – Manajemen RSUD Toto Kabila bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait dugaan ketidakjelasan prosedur medis dan isu iur biaya pada layanan persalinan. Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan gratis bagi seluruh peserta JKN-KIS sesuai aturan yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan ini mencuat setelah Zulkifly Mokoagow, suami dari seorang pasien bernama Hasan Latif, mengungkapkan kekecewaannya di media massa pada Jumat (9/1).
Zulkifly mengeluhkan adanya simpang siur informasi mengenai metode persalinan Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) yang awalnya ia pilih demi pemulihan cepat sang istri. Ia mengaku sempat diminta menyiapkan biaya mandiri sekitar Rp1,7 juta dengan alasan metode tersebut belum ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.
Menyikapi hal tersebut, Direktur RSUD Toto Kabila, dr. Thaib Saleh, langsung melakukan penelusuran internal dan memanggil tim medis yang terlibat.
”Hari Sabtu kemarin, kami sudah mengundang Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), dokter anestesi, serta kepala ruangan untuk klarifikasi. Saya juga telah mengunjungi langsung pasien di ruang perawatan untuk memastikan kondisinya,” ujar dr. Thaib.
Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, metode ERACS memang belum diberlakukan secara resmi di RSUD Toto Kabila. Hal ini dilakukan justru untuk melindungi pasien dari potensi biaya tambahan yang belum masuk dalam skema penjaminan.
Dr. Thaib juga menegaskan bahwa RSUD Toto Kabila melarang keras adanya praktik iur biaya bagi pasien JKN-KIS. Segala bentuk inovasi layanan medis harus memiliki dasar aturan yang jelas agar tidak membebani masyarakat.
”Kami memutuskan metode ini (ERACS) belum dijalankan secara resmi untuk menghindari adanya permintaan biaya tambahan kepada pasien. Kami berkomitmen memberikan pelayanan sesuai standar prosedur tanpa biaya di luar ketentuan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, manajemen RSUD Toto Kabila akan segera menerbitkan Surat Edaran yang menegaskan bahwa seluruh pelayanan bagi pasien JKN-KIS di RSUD Toto Kabila adalah gratis.
Meski saat ini belum resmi, dr. Thaib telah menginstruksikan Bidang Pelayanan untuk melakukan kajian mendalam terkait metode ERACS. Jika hasil kajian menunjukkan metode ini efisien dan tidak menguras sumber daya rumah sakit secara berlebihan, maka ERACS akan dipertimbangkan untuk menjadi layanan resmi tanpa biaya tambahan.
”Kepada para dokter spesialis, kami meminta agar setiap inovasi layanan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan manajemen. Tujuannya agar kita bisa mencarikan dasar payung hukumnya sehingga pasien mendapatkan teknologi medis terbaru tanpa harus melanggar aturan pembiayaan,” tutup dr. Thaib.
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











