GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memberikan apresiasi tinggi atas dilantiknya kepengurusan baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo yang bertempat di Graha Azizah, Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Gusnar secara khusus menyoroti sosok Ismet Mile yang kini resmi memimpin partai berlambang Ka’bah tersebut di Bumi Serambi Madinah.
Mengawali pidato dengan suasana hangat, Gusnar menyapa seluruh kader yang memadati lokasi pelantikan. Ia sempat melontarkan kelakar khas yang memancing tawa hadirin mengenai loyalitas kader PPP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Menariknya di PPP ini, terkadang yang memakai seragam tidak seberapa, tapi saat di TPS (Tempat Pemungutan Suara), suaranya selalu meledak dan signifikan. Ini membuktikan kecintaan masyarakat yang akar rumputnya sangat kuat,” ujar Gusnar disambut tepuk tangan para kader.
Dukungan penuh diberikan Gusnar atas terpilihnya Ismet Mile. Menurutnya, kepemimpinan Ismet memberikan dua jaminan strategis bagi eksistensi partai.
Pertama adalah aspek keberlanjutan, di mana PPP diyakini akan tetap eksis sebagai kekuatan politik utama di Gorontalo.
Kedua adalah kesiapan matang menghadapi agenda politik besar, terutama menyongsong Pemilu Legislatif dan Pilkada serentak periode 2026–2031.
Gusnar Ismail tidak ragu membeberkan rekam jejak Ismet Mile yang dianggapnya sebagai paket lengkap seorang pemimpin. Ismet bukan sekadar politisi, melainkan sosok dengan latar belakang organisasi yang kuat sejak mahasiswa, memiliki akar mendalam di Nahdlatul Ulama (NU), serta lahir dari keluarga pejuang politik.
”Beliau adalah birokrat ulung. Kariernya sangat lengkap, mulai dari bawah sebagai Camat, Kabag, Kepala Bappeda, hingga mencapai puncak sebagai Bupati. Pengalaman manajerial ini adalah modal besar untuk mengelola organisasi partai sesolid PPP,” ungkap Gusnar.
Lebih lanjut, Gusnar memuji Ismet sebagai “Petarung Politik Tangguh”. Hal ini terbukti dari kemampuan Ismet memenangkan kontestasi Pilkada kembali meski sempat berada di luar pemerintahan. “Itu adalah bukti nyata kekuatan jaringan dan basis massa yang tidak tergoyahkan,” tambahnya.
Menutup narasinya, Gubernur Gusnar Ismail memberikan pesan kuat kepada seluruh pengurus dan kader untuk menjaga soliditas. Ia menegaskan bahwa tugas berat membesarkan partai tidak boleh dibebankan hanya kepada Ismet Mile seorang diri.
”Politik adalah kerja kolektif, kerja tim. Apalagi kita sering menghadapi momen-momen krusial atau injury time. Saya mengajak seluruh keluarga besar PPP untuk bersatu padu. Jangan biarkan Ketua bekerja sendiri, raih kemenangan mutlak dengan kebersamaan,” pungkasnya dengan nada optimis.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











