“Indonesia ini adalah bangsa yang paripurna, setiap perbedaan, baik agama, suku, bahasa termasuk perbedaan warna Partai Politik membuat kita tetap sakti, kuat dan itu …”
BONE BOLANGO – [KLIKINDONESIA.CO] – Politik adalah arena kekuasaan yang dijiwai oleh Pancasila sebagai ideologi dasar negara, sedangkan TNI adalah alat negara yang bertugas menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penegasan ini disampaikan Hamzah Idrus ketika memaknai 2 peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Oktober, yakni Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober dan Hari Lahir TNI yang diperingati pada 5 Oktober.
Menurut Aleg Provinsi Gorontalo Dapil Bone Bolango itu bahwa TNI juga berperan sebagai penjaga dan pengamal Pancasila, serta berjuang menjaga ideologi bangsa dari berbagai ancaman.
Dikatakannya, bahwa Politik, Pancasilan dan TNI adalah 3 kekuatan yang tidak bisa dipisahkan, bahkan ketiganya saling melindungi, saling menyempurnakan dalam tataran Pembangunan Demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kata Hamzah, Politik menentukan bagaimana nilai-nilai Pancasila itu diterapkan dalam sistem pemerintahan, seperti demokrasi yang berdasarkan musyawarah mufakat.
“Bagi politisi yang diberi mandat oleh rakyat duduk di legislatif dan eksekutif, maka ajaran Pancasila itulah yang wajib hukumnya diimplementasikan dalam setiap pengambilan keputusan, ada sila ke 4 didalamnya, dan tentu muara akhirnya terletak pada sila ke 5 yakni “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ujar Aleg PKS ini.
Karena itu, melalui arena politik, bangsa Indonesia berupaya mewujudkan cita-cita negara yang dilindungi dan mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan ketertiban berdasarkan Pancasila.
“Pancasila adalah satu-satunya ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang harus dipertahankan dari berbagai tantangan dan ancaman, dan ini harga mati bagi setiap anak bangsa,” ingatnya.
Nilai-nilai Pancasila, tambah Hamzah, harus mampu diterjemahkan dalam setiap keputusan politik seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan.
“Sehingga ini kedepan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka mewujudkan Indonesia yang kuat dan beradab,” tegasnya.
Sementara Pancasila dan Politik dalam prespektif TNI, dimana hal ini menurutnya tercermin dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, yang membentuk profesionalisme, integritas, dan loyalitas TNI dalam menjaga negara dalam setiap ancaman.
“Saya kira Indonesia ini adalah bangsa yang Paripurna, setiap perbedaan, baik agama, suku, bahasa termasuk perbedaan warna Partai Politik membuat kita tetap sakti, kuat dan itu yang menjadikan Bangsa Indonesia dihargai oleh bangsa-bangsa lainnya dan terus menjadikan kita tetap berdiri kokoh,” ucap Hamzah.
Hamzah berharap peringatan Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Hari Lahir TNI 5 Oktober, menjadi momentum bagi kita anak-anak Bangsa, dimana peringatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang sejarah, tetapi juga sebagai panggilan moral untuk memperkokoh ideologi Pancasila.
Harapannya agar nilai-nilai luhur Pancasila terus tertanam dalam pola pikir, sikap, dan perilaku seluruh anak-anak bangsa, termasuk kita yang ada di Gorontalo.
“Sepanjang sejarah reformasi, TNI tetap menjadi aktor kunci dalam mengamalkan dan menjaga Pancasila,” terangnya.
Sementara harapan dihari jadi TNI ini, agar TNI bisa bersatu dengan rakyat, memperkuat bakti TNI sebagai tentara rakyat, yang lahir dari rakyat, bekerja bersama rakyat, dan untuk kepentingan rakyat.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar