“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan fasilitas yang ada,” pungkas dr. Thaib.
BONE BOLANGO – Manajemen RSUD Toto Kabila memberikan tanggapan resmi terkait dinamika pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang belakangan menjadi sorotan publik dan media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUD Toto Kabila, dr. Thaib Shaleh, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai setiap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu layanan.
Menanggapi keluhan masyarakat, dr. Thaib menjelaskan bahwa terjadi lonjakan pasien yang signifikan dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan kondisi overkapasitas.
Salah satu pemicu utama kepadatan di RSUD Toto Kabila adalah tingginya angka rujukan pasien saraf (neurologi) dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.
”Saat ini, layanan CT Scan yang berfungsi di rumah sakit se-Provinsi Gorontalo hanya ada di RSUD Toto Kabila, sementara alat di RS Aloe Saboe sedang mengalami gangguan. Hal ini memicu gelombang rujukan pasien saraf ke tempat kami,” ungkap dr. Thaib.
Kondisi ini diperumit dengan belum adanya ruang perawatan khusus saraf di RSUD Toto Kabila. Akibatnya, pasien saraf harus dititipkan di ruang bedah, yang secara langsung berdampak pada ketersediaan tempat tidur (bed occupancy).
Terkait informasi adanya ruangan yang terlihat kosong namun pasien tetap menumpuk di IGD, manajemen menjelaskan adanya perbedaan peruntukan layanan.
• Spesialisasi Ruangan: Tidak semua tempat tidur bisa digunakan untuk semua jenis penyakit. Beberapa ruangan memiliki peruntukan khusus sesuai kompetensi medis yang tidak bisa dicampur aduk.
• Tindakan di Area Duduk: Dalam kondisi darurat dan overkapasitas, petugas terkadang harus melakukan tindakan medis awal di area duduk demi keselamatan pasien.
• Opsi Rujukan: Pihak RS memastikan telah menawarkan rujukan ke rumah sakit lain, namun mayoritas pasien dan keluarga memilih untuk tetap bertahan di RSUD Toto Kabila.
Guna mengatasi ketidaknyamanan tersebut, RSUD Toto Kabila telah menyiapkan sejumlah langkah strategis jangka pendek dan panjang:
• Penambahan Bed Darurat: Menyiapkan tambahan tempat tidur sementara di area IGD untuk mengantisipasi lonjakan pasien.
• Pola Rujukan Parsial: Mendorong skema rujukan di mana pasien hanya datang untuk pemeriksaan CT Scan, kemudian kembali dirawat di rumah sakit asal.
• Penataan Ulang Pelayanan: Melakukan evaluasi internal bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dan kepala ruangan untuk mempercepat alur pasien dari IGD ke ruang rawat inap.
”Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan fasilitas yang ada,” pungkas dr. Thaib. *[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











