PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

JAKARTA — Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (PB-HIPTI) melontarkan kritik keras terhadap PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) yang dinilai gagal memenuhi komitmen investasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Organisasi tersebut mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah konflik sosial yang lebih luas.

PB-HIPTI menilai gelombang protes dan demonstrasi masyarakat di Routa bukanlah peristiwa spontan, melainkan akumulasi kekecewaan atas janji pembangunan yang dianggap tidak terealisasi. Sejak awal investasi, PT SCM disebut menjanjikan pembangunan smelter, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, kondisi di lapangan dinilai menunjukkan kesenjangan antara komitmen dan pelaksanaan.

Dalam keterangannya, PB-HIPTI menyoroti bahwa perusahaan telah memperoleh berbagai kemudahan dari pemerintah daerah dan provinsi, termasuk penguasaan wilayah tambang dengan cadangan besar. Dukungan tersebut, menurut mereka, diberikan berdasarkan komitmen pembangunan fasilitas pengolahan di Konawe sebagai bagian dari hilirisasi industri.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fakta yang muncul justru memperlihatkan Konawe lebih banyak menjadi wilayah eksploitasi. Sementara hasil produksi dialirkan ke kawasan industri lain, sehingga manfaat ekonomi lokal dinilai belum optimal,” demikian pernyataan PB-HIPTI.

Ketua Umum PB-HIPTI, Rusmin Abdul Gani, menegaskan persoalan ini melampaui aspek bisnis semata dan telah menyentuh isu kepercayaan publik serta stabilitas sosial di daerah.

“Investasi harus berjalan seiring dengan keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat lokal. Jika komitmen tidak dijalankan secara konsisten, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi perusahaan, tetapi juga stabilitas sosial dan masa depan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tenggara,” ujar Rusmin, Selasa (10/02/2026).

PB-HIPTI menilai aksi demonstrasi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari persoalan mendasar yang belum diselesaikan secara transparan. Jika tidak segera ditangani, situasi tersebut berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas, meningkatkan risiko kriminalisasi warga, serta menciptakan ketidakpastian bagi iklim investasi.

Organisasi ini mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan pemerintah pusat untuk segera turun tangan secara aktif dan tegas. Selain itu, PB-HIPTI meminta dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap izin serta kewajiban investasi PT SCM, khususnya terkait realisasi pembangunan smelter.

PB-HIPTI juga menekankan pentingnya negara hadir melindungi masyarakat lokal dan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Mereka mendorong agar proses hilirisasi industri benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah, bukan sekadar menjadikan wilayah sebagai sumber eksploitasi.

Meski menyampaikan kritik keras, PB-HIPTI menegaskan bahwa sikap mereka bukan bentuk penolakan terhadap investasi. Sebaliknya, mereka menyerukan agar investasi dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sulawesi Cahaya Mineral belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut. Redaksi terus memburu PT SCM untuk dimintai keterangan lebih lanjut untuk diterbitkan pada kesempatan berikutnya.#

Penulis : Harissusanto Toonawu

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klikindonesia

Follow WhatsApp Channel gorontalo.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Fadli Hasan di Desa Dulohupa, Dorong Pengembangan UMKM dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
Perkuat Keamanan Siber dan Satu Data, Diskominfo Bone Bolango Dorong Sentralisasi Jaringan
Haji Mutawasir Kawal Sambungan Listrik Gratis Hasil Perjuangan Rusli Habibie
Gaji Nakes Outsourcing Terlambat, Kadis Kesehatan Bone Bolango Pastikan Hak Tetap Aman
Bahas Ranperda Pilkades, Sofyan Wahidji: Perencanaan Harus Bijak dan Matang
Jalankan Fungsi Pengawasan, Gubernur Gorontalo Surati Wali Kota Soal Disiplin ASN
BPJS Kesehatan Gorontalo dan Pemkab Bone Bolango Perkuat Sinergi Lewat Rekonsiliasi Iuran Triwulan III
Perkuat Bisnis Sesuai Regulasi, Telkom Gorontalo Siap Teken PKS Layanan WMS dengan Koperasi GASS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:58 WIB

Reses Fadli Hasan di Desa Dulohupa, Dorong Pengembangan UMKM dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 3 November 2026 - 22:15 WIB

Perkuat Keamanan Siber dan Satu Data, Diskominfo Bone Bolango Dorong Sentralisasi Jaringan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Haji Mutawasir Kawal Sambungan Listrik Gratis Hasil Perjuangan Rusli Habibie

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Gaji Nakes Outsourcing Terlambat, Kadis Kesehatan Bone Bolango Pastikan Hak Tetap Aman

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Bahas Ranperda Pilkades, Sofyan Wahidji: Perencanaan Harus Bijak dan Matang

Berita Terbaru