Bahrun Usman, S.Fil.I, Ketua Koperasi Global Akses Sejahtera (Koperasi GASS). [F. KLIKINDONESIA.CO].
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GORONTALO – Badko HMI Sulawesi Utara Gorontalo kembali memanaskan ruang diskusi intelektual melalui program unggulannya, Diskusi Aksi (DIKSI) Volume V. Kali ini, isu yang diangkat bukan sekadar wacana, melainkan realitas digital yang tengah menghangat di masyarakat: fenomena WiFi ilegal.
Mengusung tema “Membedah WiFi Ilegal di Gorontalo: Antara Peluang atau Jurang Korporasi”, diskusi ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 01 April 2026, pukul 20.00 WITA bertempat di Localhost Caffe & Food (Hotel Grand Zanur, Kota Gorontalo).
Fenomena jaringan internet tanpa izin resmi di Gorontalo bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, “WiFi gelap” ini kerap menjadi pahlawan bagi warga pelosok dan tidak mampu yang belum tersentuh infrastruktur resmi, menyokong kebutuhan pendidikan hingga ekonomi kreatif pedesaan.
Namun, di balik kemudahannya, terdapat risiko besar yang mengintai, ancaman sanksi pidana berat sesuai Undang-Undang Telekomunikasi.
Guna mengupas tuntas isu ini dari berbagai sudut pandang, Badko HMI Sulut-Go menghadirkan deretan tokoh berpengaruh, antaranya Bahrun Usman (Ketua Koperasi Global Akses Sejahtera/GASS).
Sri Wahyuni Dematona (Plt. Kadis Kominfotik Provinsi Gorontalo) juga akan dilibatkan dari sisi regulasi pemerintah daerah yang diharapkan dapat memberikan pencerahan.
Sementara Ghalieb Lahidjun (Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Golkar) bakal melengkapi diskusi hangat dalam prespektif kebijakan publik.
Yang lainnya akan turut hadir diantaranya Mohamad Norsolikhin (Dir. PT Insholik Jaringan Multimedia) – Dari kacamata pelaku usaha resmi dan Aris Setiawan Karim (Ketua Umum HMI Badko Sulut-Go) & Harun Alulu (Kabid Hukum Pertahanan & Keamanan).
Ketua Koperasi GASS Bahrun Usman menekankan bahwa diskusi ini bertujuan memberikan perspektif yang berimbang.
”Ini bukan hanya soal usaha legal dan ilegal, akan tetapi kebutuhan masyarakat akan layanan telekomunikasi harus dipenuhi dan kedaulatan digital dapat diwujudkan. Kita ingin melihat di mana titik temu antara kedaulatan digital,
kebutuhan mendesak masyarakat, dan kepatuhan terhadap hukum bisnis. Apakah ini peluang untuk pemerataan internet, atau justru jurang yang membahayakan pelaku usaha dan konsumen?” ungkap Wakil Ketua Bidang Koperasi & UMKM DPD Golkar Bone Bolango.
Acara yang didukung oleh mitra strategis seperti GASS dan Insholik Net ini terbuka untuk umum. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa, pegiat IT, hingga masyarakat awam untuk memahami bagaimana masa depan kedaulatan digital di tanah Gorontalo seharusnya dibangun.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











