Foto: Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat melantik Lanny Dintje Chantiara Ambouw sebagai Direktur PDAM Bone Bolango masa bakti 2025-2030, Selasa (7/4/26). (Foto: Noka)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, resmi melantik Lanny Dintje Chantiara Ambouw sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bulango untuk masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Kantor PDAM Bone Bolango pada Selasa (7/4/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pengisian kursi jabatan yang kosong. Bagi publik Bone Bolango, momen ini dipandang sebagai titik balik krusial untuk menyelamatkan perusahaan daerah yang selama beberapa tahun terakhir dirundung badai krisis, mulai dari manajemen yang rapuh hingga persoalan hukum.
Misi Pemulihan di Tengah Trauma Masa Lalu
Rekam jejak Perumda Tirta Bulango memang sempat tercoreng. Masih segar dalam ingatan publik saat mantan Direktur Yusar Laya terjerat kasus korupsi pada tahun 2023, sebuah peristiwa yang meruntuhkan kepercayaan masyarakat.
Upaya perbaikan sejatinya telah dimulai pada awal 2024 dengan pelantikan Ahmad Bahri. Namun, kepemimpinan tersebut kandas di tengah jalan setelah ia dinonaktifkan akibat pelanggaran kebijakan.
Rentetan kegagalan ini membuktikan bahwa tantangan di tubuh PDAM Bone Bolango bukan hanya soal sosok pemimpin, melainkan sistem dan tata kelola yang butuh perombakan total.
Harapan Baru Melalui Seleksi Transparan
Lanny Ambouw terpilih melalui proses seleksi terbuka yang ketat dan melibatkan unsur akademisi. Langkah transparan ini diambil sebagai upaya awal untuk memulihkan kredibilitas lembaga.
Kini, tugas berat menanti di meja kerja Lanny:
• Restrukturisasi Internal: Memperbaiki budaya kerja dan menegakkan disiplin organisasi.
• Optimalisasi Pelayanan: Menjawab keluhan pelanggan terkait distribusi air yang sering tersendat.
• Integritas Manajemen: Memastikan tata kelola keuangan yang bersih untuk menghapus stigma negatif masa lalu.
Ujian Nyata Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Bupati Ismet Mile menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola hajat hidup orang banyak. Masyarakat tidak lagi butuh janji, melainkan bukti nyata berupa aliran air yang lancar dan manajemen yang transparan.
Pelantikan ini adalah awal dari sebuah ujian panjang. Apakah Lanny Ambouw mampu mengubah skeptisisme publik menjadi apresiasi melalui transformasi nyata? Hanya waktu dan kinerja yang akan menjawabnya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











