Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie [F.GOPAS.ID].
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BONE BOLANGO – Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie, memberikan perhatian serius terhadap pengawasan penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lengah terhadap lalu lintas sapi yang masuk maupun yang diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Faisal, pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas turun ke lapangan tanpa hasil nyata. Hal ini dikarenakan kesehatan masyarakat menjadi taruhan utama di balik kelancaran transaksi hewan kurban.
“Jangan sampai hanya turun melakukan pengawasan, tetapi di lapangan justru kecolongan,” tegas Faisal, sebagaimana dikutip dari Ulandha.Id.
Ia menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta sertifikat vaksin resmi. Bagi Faisal, dokumen kesehatan hewan adalah prioritas utama untuk menjamin aspek kelayakan kurban.
Tanpa pemeriksaan kesehatan yang jelas, risiko masuknya hewan yang terindikasi penyakit sangat terbuka lebar, terutama di tengah melonjaknya permintaan ternak menjelang Idul Adha.
Kondisi ini menuntut pengawasan ekstra ketat dari pemerintah, khususnya terhadap sapi yang didatangkan dari luar daerah.
Respons Pemerintah Daerah
Sorotan dari DPRD ini segera mendapat respons positif dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango. Kepala Dinas, Roswati Agus, memastikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan intensif di lapangan.
“Teman-teman yang tergabung dalam tim khusus sudah turun langsung ke lokasi-lokasi penjualan sapi maupun hewan kurban lainnya,” ujar Roswati.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh hewan yang beredar di Bone Bolango memenuhi standar kesehatan dan aman untuk dikonsumsi masyarakat pada hari raya mendatang.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











