BONE BOLANGO — Ancaman kekeringan ekstrem kian nyata melanda Kabupaten Bone Bolango. Tak hanya membuat lahan pertanian merana, krisis air kini memukul kebutuhan paling mendasar warga: sekitar 24.000 sambungan rumah (SR) dilaporkan mengalami gangguan pasokan air bersih secara signifikan.
Merespons krisis ganda tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bone Bolango, Faisal Mohie, mendesak pemerintah daerah melakukan terobosan strategis melalui pembangunan sumur bor multifungsi dengan asas pemanfaatan ganda (dual-purpose).
“Sekarang ada sekitar 24 ribu SR yang sangat kesulitan mendapatkan air,” tegas Faisal, Selasa (8/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faisal menegaskan penentuan titik pengeboran tidak boleh lagi dilakukan secara sporadis atau sekadar formalitas proyek. Infrastruktur air harus ditempatkan tepat di persimpangan strategis, yakni berdekatan dengan jaringan irigasi pertanian sekaligus Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik penyedia air bersih.
Dengan skema integrasi tersebut, debit air tanah yang diangkat dapat langsung dimanfaatkan untuk menyelamatkan tanaman petani sekaligus dialirkan menjadi sumber air baku siap olah bagi masyarakat.
“Manfaatnya memang untuk ketahanan pangan, tetapi airnya juga langsung menopang kebutuhan air baku masyarakat. Pembangunan sumber air tidak boleh jalan sendiri-sendiri atau hanya bertumpu pada satu sektor,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bone Bolango ini.
Sebagai representasi petani, Faisal memahami betul jerit kelompok tani di lapangan. Tanpa suplai air memadai, sentra komoditas pangan seperti padi, jagung, hortikultura, hingga tanaman perkebunan terancam gagal panen dan anjlok drastis.
Ia mengingatkan agar warga di kawasan hilir atau wilayah dataran bawah yang mengalami dampak kekeringan paling parah diprioritaskan dalam skema penanganan. Pendekatan infrastruktur berlapis ini dinilai menjadi solusi paling realistis dan efisien di tengah keterbatasan anggaran daerah untuk menjawab dua ancaman sekaligus: krisis pangan dan kelangkaan air minum.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar