BONE BOLANGO — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango bersikap tegas terhadap PT Gorontalo Minerals (GM). Lembaga legislatif ini menuntut kehadiran pucuk pimpinan tertinggi perusahaan tambang tersebut guna membeberkan perkembangan terkini aktivitas operasional mereka.
Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, menegaskan pihaknya tidak lagi berkompromi terkait pihak yang hadir dalam rapat dengar pendapat nanti. DPRD mendesak Presiden Direktur maupun jajaran direksi dari kantor pusat untuk datang langsung ke Bone Bolango, bukan sekadar diwakili staf daerah.
”Harga mati! Kita tidak main-main, tidak ada tawar-menawar,” tegas Faisal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap keras parlemen ini berakar dari dua agenda pemanggilan sebelumnya yang dinilai belum optimal. Pada undangan pertama, pihak manajemen PT GM mangkir. Sementara pada pemanggilan kedua, perusahaan hanya mengutus perwakilan manajemen lokal di Gorontalo yang dinilai tidak memiliki kewenangan strategis dalam menjawab persoalan teknis.
”Kita mengundang kalau bisa menghadirkan Presiden Direkturnya langsung, agar supaya kita tahu progres daripada pekerjaan yang ada di Gorontalo Minerals tersebut,” ujar Faisal.
Manajemen PT GM sebenarnya telah merespons surat dewan dengan menawarkan agenda pertemuan pada pekan keempat September 2026. Namun, DPRD menolak usulan tersebut dan melayangkan surat balasan agar rapat dipercepat ke pekan ketiga September.
Faisal memastikan, desakan ini murni membawa amanat warga Bone Bolango yang menuntut transparansi dari aktivitas pertambangan skala besar di wilayah mereka.
“Kita bukan kepentingannya anggota DPRD, ini kepentingan masyarakat. Yang menyuruh kami mengundang pihak perusahaan itu bukan kami sendiri, tetapi ada masyarakat yang meminta kepada kami untuk mengundang pimpinan daripada GM tersebut,” imbuhnya.
DPRD Bone Bolango kini menanti iktikad baik dari jajaran direksi pusat PT GM untuk memenuhi panggilan tersebut demi keterbukaan informasi publik dan kepastian proyek bagi masyarakat lokal.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar