GORONTALO — Langkah progresif diambil oleh Koperasi Jasa Global Akses Sejahtera (GASS) dalam lanskap perekonomian nasional. Di bawah komando sang Ketua, Bahrun Usman, Koperasi GASS resmi mempererat integrasi keanggotaan dan kolaborasi taktisnya di bawah payung Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Sinergi besar ini dirancang untuk memperkuat pilar ekonomi nasional sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat pedesaan. Dengan bergabungnya Koperasi GASS, posisinya kini sejajar dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta dalam ekosistem KADIN.
Kolaborasi tiga pilar—Swasta, BUMN, dan Koperasi—ini diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan amanat konstitusi serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Motor Penggerak Ekonomi Riil, Bukan Sekadar Pelengkap
Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, menegaskan bahwa keterlibatan aktif koperasi dalam ekosistem KADIN akan membuka keran akses yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha kerakyatan untuk menembus rantai pasok global (global supply chain).
”Koperasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan motor penggerak ekonomi riil. Melalui jaringan KADIN, kita ingin meningkatkan skala usaha Koperasi dan UMKM agar naik kelas, mendapatkan peluang dan ruang akses pembiayaan yang lebih baik, serta adopsi teknologi digital yang lebih masif,” ujar Bahrun optimis.
Integrasi ini juga momentumnya sangat tepat dengan penguatan program jaring pengaman ekonomi pedesaan. Dalam hal ini, KADIN akan mengambil peran sebagai “kakak asuh” yang siap memberikan pembinaan, pendampingan manajemen modern, hingga membuka akses pasar langsung bagi koperasi-koperasi di daerah.
Manfaat Strategis: Senjata Baru Koperasi GASS
Bergabungnya Koperasi GASS ke dalam ekosistem KADIN membawa sejumlah keuntungan strategis yang siap dieksekusi:
• Perluasan Jaringan (Networking): Membuka akses kemitraan langsung dengan korporasi swasta besar dan BUMN, baik di skala nasional maupun internasional.
• Advokasi Bisnis & Kebijakan: Koperasi dan UMKM kini memiliki hak perlindungan, bantuan hukum, serta terlibat aktif dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional bersama pemerintah.
• Fasilitas Dokumen Perdagangan: Kemudahan akses pengurusan dokumen bisnis krusial, seperti sertifikat asal barang (Certificate of Origin) untuk kebutuhan ekspor.
• Pusat Distribusi Desa: Mendorong koperasi dan UMKM di daerah menjadi distributor utama barang kebutuhan pokok. Langkah ini efektif untuk memotong rantai pasok yang panjang sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.
Membawa 64 Jenis Usaha, Siap Kawal UMKM “Naik Kelas”
Koperasi GASS bukan pemain baru dengan skala kecil. Tercatat, koperasi ini memiliki 64 jenis usaha yang bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari Telekomunikasi, Pertambangan, Transportasi, hingga sektor UMKM lainnya.
Dengan modal 64 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tersebut, Koperasi GASS berkomitmen penuh memberikan advokasi nyata terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM di akar rumput yang selama ini belum tersentuh bantuan pemerintah secara langsung dan menyeluruh.
Melalui modernitas pelaku usaha swasta di bawah KADIN yang dikombinasikan dengan kekuatan akar rumput Koperasi GASS, ketertinggalan volume usaha dan partisipasi aset diharapkan bisa segera terkejar.
”Harapannya, dengan masuknya Koperasi GASS ke wadah KADIN, ini akan memberikan ruang dan peluang nyata bagi Koperasi dan UMKM untuk benar-benar naik kelas, bukan justru ketinggalan kelas,” tutup Bahrun.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











