“Kami memastikan tidak ada satu pun pasien yang ditelantarkan. Keselamatan dan hak pelayanan medis pasien adalah prioritas utama. Komunikasi intensif terus kami lakukan bersama …
BONE BOLANGO — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila merespons cepat kegelisahan publik terkait ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BHP) untuk pasien hemodialisis (cuci darah). Direktur RSUD Toto Kabila menegaskan bahwa rumor penghentian pelayanan tidak berdasar, dan keselamatan pasien cuci darah tetap menjadi prioritas mutlak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak manajemen saat ini bergerak aktif mempercepat pasokan logistik sekaligus menyiagakan skema darurat (contingency plan) agar ritme terapi pasien tidak terputus.
“Kami memastikan tidak ada satu pun pasien yang ditelantarkan. Keselamatan dan hak pelayanan medis pasien adalah prioritas utama. Komunikasi intensif terus kami lakukan bersama vendor penyedia agar pasokan BHP tiba tepat waktu,” tegas Direktur RSUD Toto Kabila.
Menurutnya, siklus rantai pasok BHP medis memang menuntut pemantauan stok ketat dan presisi tinggi. Untuk membentengi pasien dari risiko kekosongan logistik sebelum stok tiba, RSUD Toto Kabila telah menjalin kesepakatan jejaring rujukan dengan dua rumah sakit di Gorontalo:
• RSUD dr. Hasri Ainun Habibie: Siap menampung dan menangani hingga 10 pasien.
• RSUD Bumi Panua Pohuwato: Siap memfasilitasi tindakan cuci darah bagi hingga 20 pasien.
Manajemen juga menjamin bahwa opsi rujukan silang ini tidak akan membebani keluarga pasien. Pihak rumah sakit menyiapkan fasilitas transportasi khusus lengkap dengan tenaga medis pendamping.
“Keluarga pasien tidak perlu cemas. Jika pengalihan sementara harus dijalankan, rumah sakit menanggung penuh akomodasi pengantaran. Tenaga medis kami akan mendampingi pasien dari berangkat hingga tindakan cuci darah tuntas dilakukan di rumah sakit mitra,” imbuhnya.
Langkah mitigasi ini diambil demi menjaga kepatuhan jadwal terapi pasien hemodialisis yang sangat bergantung pada rutinitas cuci darah. RSUD Toto Kabila memastikan evaluasi operasional terus diperketat agar layanan internal segera kembali normal 100 persen.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar