“Era ekonomi digital tidak menunggu siapa yang siap. Koperasi harus ikut bergerak. Kita ingin anggota tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dan memperbesar peluang usaha,” ujar Bahrun.
GORONTALO – Koperasi tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai wadah ekonomi anggota. Di tengah perubahan lanskap bisnis dan percepatan ekonomi digital, koperasi dituntut mampu masuk ke dalam jejaring usaha yang lebih luas, membangun kemitraan strategis, dan menciptakan nilai ekonomi yang nyata bagi anggotanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semangat itulah yang dibawa Koperasi Jasa Global Akses Sejahtera melalui keterlibatannya dalam kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Bagi koperasi yang dipimpin Bahrun Usman sekaligus Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM KADIN Indonesia Kabupaten Bone Bolango tersebut, keterlibatan dalam KADIN Indonesia bukan sekadar langkah kelembagaan. Momentum ini dipandang sebagai pintu masuk untuk memperluas jaringan bisnis, membuka akses pasar, membangun kemitraan dengan dunia usaha, sekaligus memperbesar peluang ekonomi bagi anggota.
“Kita ingin koperasi naik kelas. Masuknya koperasi dalam ekosistem KADIN harus menghasilkan manfaat nyata bagi anggota, bukan hanya berhenti pada struktur organisasi. Jaringan harus menjadi peluang, peluang harus menjadi usaha, dan usaha harus memberikan nilai tambah bagi anggota,” ujar Bahrun Usman.
Dari Anggota untuk Pasar yang Lebih Luas
Bahrun menilai tantangan koperasi saat ini bukan hanya bagaimana menghimpun anggota, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem usaha yang membuat anggota mampu berkembang.
Karena itu, jaringan dunia usaha yang terbuka melalui KADIN dapat dimanfaatkan untuk membangun berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari kemitraan bisnis, pengadaan barang dan jasa, pemasaran, distribusi, pengembangan rantai pasok hingga pengembangan usaha berbasis teknologi.
Koperasi dapat mengambil posisi sebagai agregator kekuatan ekonomi anggota. Produk, jasa dan potensi usaha anggota yang sebelumnya berjalan secara individual dapat dihimpun dan dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kolektif.
“Kalau anggota bergerak sendiri-sendiri, daya tawarnya terbatas. Tetapi kalau potensi anggota dihimpun melalui koperasi, kita bisa membangun skala ekonomi yang lebih besar dan berbicara dengan dunia usaha dalam posisi yang lebih kuat,” kata Bahrun .
Membuka Pintu Kemitraan
Keterlibatan dalam KADIN juga diharapkan membuka lebih banyak ruang pertemuan antara koperasi dengan perusahaan dan pelaku usaha lainnya.
Forum bisnis, business matching, pameran, promosi produk, kerja sama rantai pasok serta pengembangan jaringan usaha menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi yang dimiliki anggota koperasi.
Dengan pendekatan tersebut, koperasi tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat tampil sebagai mitra bisnis.
Bahrun menegaskan bahwa orientasi tersebut penting agar koperasi mampu bertransformasi dari sekadar organisasi ekonomi anggota menjadi institusi yang memiliki daya saing dan relevansi dalam ekosistem bisnis modern.
Ekonomi Digital Jadi Arena Baru
Perubahan teknologi juga menjadi perhatian Koperasi Jasa Global Akses Sejahtera.
Digitalisasi membuka peluang bagi anggota koperasi untuk memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi transaksi, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit diakses.
Karena itu, penguatan kapasitas digital anggota menjadi salah satu arah pengembangan yang penting.
“Era ekonomi digital tidak menunggu siapa yang siap. Koperasi harus ikut bergerak. Kita ingin anggota tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dan memperbesar peluang usaha,” ujar Bahrun.
Koperasi dan Dunia Usaha Harus Saling Menguatkan
Menurut Bahrun, keterlibatan koperasi dalam KADIN Indonesia juga membawa pesan bahwa koperasi dan dunia usaha bukan dua kekuatan yang harus berjalan terpisah.
Keduanya dapat saling melengkapi. Koperasi memiliki basis anggota dan potensi ekonomi masyarakat, sementara dunia usaha memiliki jaringan pasar, pengalaman bisnis, teknologi dan akses terhadap berbagai rantai nilai ekonomi.
Jika kedua kekuatan tersebut dipertemukan melalui kemitraan yang sehat, terbuka dan saling menguntungkan, maka ruang pertumbuhan ekonomi anggota dapat semakin luas.
“Koperasi memiliki anggota. Dunia usaha memiliki pasar dan jaringan. Yang harus kita bangun adalah jembatan di antara keduanya. Dari situlah kita berharap lahir kerja sama yang memberikan manfaat ekonomi secara konkret,” jelas Bahrun.
Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Manfaat
Koperasi Jasa Global Akses Sejahtera memandang keterlibatan dalam KADIN Indonesia sebagai tanggung jawab untuk membawa aspirasi dan kepentingan ekonomi anggota ke ruang yang lebih luas.
Ukuran keberhasilannya bukan semata-mata keberadaan koperasi dalam struktur organisasi, melainkan seberapa jauh keterlibatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi akses pasar, kemitraan, peningkatan kapasitas, peluang usaha dan nilai tambah bagi anggota.
Bahrun menegaskan, koperasi harus berani keluar dari pola lama dan membangun cara kerja yang lebih profesional, adaptif dan berorientasi pada peluang.
“Kita tidak ingin koperasi hanya besar secara organisasi. Kita ingin koperasi kuat secara ekonomi, profesional dalam tata kelola, luas jejaringnya, dan yang paling penting: anggotanya merasakan manfaatnya.”
Dengan masuknya Koperasi Jasa Global Akses Sejahtera dalam ekosistem KADIN Indonesia, terbuka ruang baru untuk mempertemukan kekuatan ekonomi anggota dengan jaringan dunia usaha nasional.
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar