BONE BOLANGO – Aliansi Percepatan Kesejahteraan Bone Bolango (APKB), bukan hanya slogan, melainkan panggilan untuk mewujudkan pemerintahan yang gesit, efisien, dan berorientasi pada rakyat.
Penegasan ini sebagaimana dikemukakan Ketua Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) Bahrun Usman, S. Fil.I kepada media disela-sela pertemuan beberapa aktivis Bono Bolango, bertempat di Caffe Onato, Danau Perintis Kecamatan Suwawa Bone Bolango, Jum’at (5/5).

Menurut aktivis KAHMI yang bergerak dibidang usaha jual kembali jasa internet itu, bahwa saat ini teknologi informasi adalah alat strategis untuk mempercepat pelayanan, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat kesejahteraan rakyat Bone Bolango.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan sinergi antar pemerintah, swasta, dan masyarakat, Bone Bolango bisa lebih cepat dan inklusif dalam membangun masa depan yang sejahtera,” imbuhnya.
Penjelasan yang sama juga dikemukakan Ketua Asosiasi Bumdes Bone Bolango, Irmanto Usman yang ikut tergerak hatinya terkait ikhtiar percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bone Bolango.

“Sebagai Ketua Asosiasi Bumdes Bone Bolango, tentu perwujudan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bone Bolango merupakan sebuah keniscayaan, dan kami hadir dengan ide-ide brilian untuk membantu Pemda Bone Bolango dalam mewujudkannya,” tegas Ketua Petani Milenial Provinsi Gorontalo.
Saat ini kata Irmanto, Bumdes Berkah Helumo yang dipimpinnya bergerak dibidang perternakan sapi, sebagaimana program IRIS (Ismet-Risman), dimana provitnya sangat jelas, hal ini bisa menjadi contoh yang diikuti oleh Bumdes, Kopdes, dan lembaga sejenis lainnya.

Andika Pomalingo, Praktisi IT dan Akuntansi, menekankan pentingnya inisiatif masyarakat Bone Bolango untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Percepatan pembangunan membutuhkan peran aktif semua elemen bangsa. Ide, gagasan, dan konsep wajib kita sumbangkan kepada Pemerintah Daerah Bone Bolango,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan Bumdes dan Kopdes. Dengan sistem yang tepat, pendapatan dan PAD dapat dipantau secara transparan, arus kas lebih terkontrol, dan potensi usaha lokal termaksimalkan.
“Semua sepakat, bahwa penguatan mekanisme pelaporan keuangan juga krusial, agar setiap transaksi tercatat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.
Lebih lanjut, kehadiran Koperasi GASS, 160 Bumdes, dan 165 Kopdes adalah infrastruktur keuangan strategis yang harus digerakkan untuk memberikan kontribusi nyata pada PAD dan pembangunan lokal.
Masyarakat Bone Bolango memiliki kompetensi, keterampilan, jejaring luas, dan kesiapan berkontribusi pada PAD. Dengan dukungan teknologi digital, sistem pelaporan profesional, dan gagasan inovatif, potensi ini bisa menjadi sumber pendapatan nyata dan berkelanjutan.
“Sayangnya, banyak peluang belum tergarap, padahal Pemda sangat memerlukan PAD untuk menunjang pendanaan pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Andika.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











