GORONTALO UTARA – Keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti membangun. Prinsip inilah yang sukses dibuktikan oleh duet Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf dalam satu tahun masa kepemimpinan mereka di Kabupaten Gorontalo Utara.
Mengusung tagline “BERDAYA SINERGI”, pemerintah daerah setempat berhasil membuktikan bahwa pembangunan skala besar bisa diwujudkan dengan strategi Nol APBD melalui skema innovative financing (pembiayaan inovatif).
Keberhasilan ini memantik apresiasi mendalam dari luar daerah, salah satunya datang langsung dari Wakil Ketua DPRD Bone Bolango, Pedro Bau. Menurutnya, gebrakan yang dilakukan oleh Pemerintahan “BERCAHAYA” (Bersama Thariq – Nurjanah) di Gorontalo Utara ini sangat menginspirasi dan layak menjadi percontohan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum satu tahun Pemerintahan Thoriq – Nurjana menunjukkan inovasi dan improvisasi yang luar biasa. Tagline BERDAYA SINERGI NOL APBD itu memang nyata. Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna hingga pelaksanaan Festival Dionumo 2026 yang sama sekali tidak menyentuh APBD adalah bukti konkret bahwa strategi innovative financing berjalan dengan sangat baik di sini,” ujar Pedro Bau saat menghadiri puncak peringatan tersebut.
Belajar dari Gorontalo Utara: Menembus Batas Efisiensi Anggaran
Pedro menjelaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, daerah memang dituntut untuk cerdas. Pemerintah daerah tidak boleh lagi hanya pasrah mengandalkan dana transfer pusat atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Innovative financing sendiri merupakan pendekatan pendanaan di luar metode tradisional. Tujuannya untuk menjembatani celah (fiskal) anggaran melalui kolaborasi lintas sektor, investasi swasta, dan skema keuangan modern tanpa membebani masyarakat.
”Kita semua harus belajar dari Gorontalo Utara. Salah satu kunci innovative financing adalah kemampuan menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan dari berbagai pihak ketiga yang saling menguntungkan,” tambah Pedro.
Genjot PAD Tanpa Bebani Rakyat
Selain sukses mempraktikkan pembiayaan inovatif untuk infrastruktur dan pariwisata, Gorontalo Utara juga dinilai getol melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil guna menambal pos-pos anggaran yang terkena pemangkasan, dengan catatan tetap menjaga agar tidak memberatkan kantong masyarakat.
Perbaikan belanja daerah pun terus dipacu agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar efektif, efisien, dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
”Saya ucapkan selamat satu tahun pemerintahan BERCAHAYA di Gorontalo Utara. Puncak peringatan yang dirangkaikan dengan Festival Dionumo 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan dana bisa dikalahkan oleh kreativitas dan sinergi yang kuat,” tutup legislator Bone Bolango tersebut.
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











