GORONTALO — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuatnya untuk membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang ketergantungan impor.
Dalam pidato penuh semangatnya di Gorontalo, Kepala Negara mengingatkan bahwa kemandirian nasional adalah kunci utama menghadapi ketidakpastian global.
Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkaca pada situasi kritis dunia saat pandemi Covid-19, serta ketegangan geopolitik global saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, dinamika tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada pasokan luar negeri.
Terkait sektor agraria, Presiden dengan tegas menyatakan bahwa perlindungan terhadap petani lokal adalah prioritas utama yang mutlak.
“Perlindungan terhadap petani lokal adalah harga mati. Hal ini tidak bisa ditawar lagi dengan alasan kepraktisan ekonomi semata,” tegas Presiden Prabowo.
Di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan apresiasi terdalam serta rasa terima kasih atas kerja keras seluruh produsen pangan yang selama ini menjadi garda terdepan perekonomian nasional.
Beliau memastikan bahwa pemerintahannya akan terus bekerja tanpa kenal lelah, siang dan malam, demi memastikan kekayaan serta ruang anggaran negara tetap terjaga dari eksploitasi pihak asing.
“Saudara-saudara sesungguhnya adalah tulang punggung Republik ini. Kita terus kerja siang-malam mencari jalan yang terbaik supaya uang rakyat bisa kita jaga, supaya kita menjadi tuan di rumah kita sendiri,” pungkasnya disambut gemuruh tepuk tangan.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar