Moh. Fahri Kaluku Resmi Mengemban Amanah Camat Bulawa Lewat Prosesi Adat Moloopu, Kamis (25/6/2026).
BONE BOLANGO – Suasana khidmat menyelimuti Kecamatan Bulawa pada Kamis (25/6/2026). Diiringi nilai luhur tradisi Gorontalo, Moh. Fahri Kaluku, SH, secara resmi disambut dan dikukuhkan sebagai Camat Bulawa yang baru melalui prosesi adat Moloopu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi sakral ini dihadiri langsung oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, didampingi Ketua TP PKK Bone Bolango, Ruwaida Mile, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran para tokoh penting ini menegaskan betapa krusialnya peran Bulawa dalam roda pemerintahan daerah ke depan.
Menghidupkan Moralitas Bernegara Lewat Adat
Moloopu bukan sekadar seremonial penyambutan formal. Bagi masyarakat Gorontalo, tradisi ini adalah simbol penyerahan amanah yang sarat akan doa, harapan, dan tanggung jawab besar. Melalui ritual ini, seorang pemimpin diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran serta menaruh kepentingan rakyat di atas segalanya.
Dalam arahannya, Bupati Ismet Mile menekankan bahwa adat dan budaya tidak boleh dipisahkan dari tata kelola pemerintahan modern.
”Nilai-nilai adat harus menjadi landasan moral bagi setiap pejabat. Ini adalah komitmen kita untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan tulus kepada masyarakat,” tegas Ismet Mile.
Sinergi Menuju Bulawa yang Maju dan Sejahtera
Dengan dikukuhkannya Moh. Fahri Kaluku secara adat, momentum ini diharapkan menjadi babak baru bagi akselerasi pembangunan di Kecamatan Bulawa. Kuncinya terletak pada penguatan sinergi empat pilar utama:
Pemerintah Daerah
Pemerintah Kecamatan
Tokoh Adat
Seluruh elemen Masyarakat
Kolaborasi harmonis ini ditargetkan mampu melahirkan Kecamatan Bulawa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga aman, damai, dan sejahtera.
Dipandu Pedoman Moral “Filosofi Bumi Serambi Madinah”
Acara yang berlangsung penuh kebersamaan ini ditutup dengan doa bersama, pemberian ucapan selamat kepada Camat Bulawa beserta keluarga, serta sesi foto bersama.
Di akhir prosesi, semangat filosofis “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” kembali digaungkan dengan lantang. Filosofi ini menjadi pengingat sekaligus komitmen moral bahwa setiap langkah dan kebijakan yang diambil demi kemajuan Kabupaten Bone Bolango, khususnya Kecamatan Bulawa, harus selalu selaras dengan nilai adat dan agama.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











