Andi Ilham menekankan tekadnya untuk mengembalikan KADIN sebagai rumah bersama seluruh pelaku usaha, bukan sekadar organisasi seremonial yang hanya aktif ketika ada kepentingan sesaat …
GORONTALO — Kontestasi Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Gorontalo periode 2026–2031 mulai memanas. Dari tahapan verifikasi berkas, panitia menetapkan dua nama bakal calon yang lolos syarat administrasi: Andi Ilham, SE dan Fauzan Fadel Muhammad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun bagi Andi Ilham, perhelatan Musprov kali ini bukan sekadar panggung perebutan kursi pimpinan.
Ia menegaskan ada misi revitalisasi mendesak yang harus diselesaikan: membangkitkan KADIN Gorontalo dari mati suri.
Sorotan tersebut beralasan. KADIN Gorontalo sempat mengalami masa vakum hingga pelaksanaan Musprov harus diambil alih oleh kepengurusan caretaker. Kondisi ini dinilainya sebagai alarm darurat bagi kepemimpinan dunia usaha di Gorontalo ke depan.
Menghapus Stigma ‘Organisasi Papan Nama’
Andi Ilham menekankan tekadnya untuk mengembalikan KADIN sebagai rumah bersama seluruh pelaku usaha, bukan sekadar organisasi seremonial yang hanya aktif ketika ada kepentingan sesaat.
Langkah konkret yang ia canangkan adalah mendirikan kantor sekretariat KADIN permanen di Gorontalo.
“Kalau diamanatkan, saya akan membangun kantor KADIN permanen. Kantor bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas, rumah bernaung, dan sentra pelayanan nyata bagi pengusaha,” tegas Andi Ilham, Sabtu (19/9/2026).
Melalui sentra pelayanan yang jelas, ia ingin KADIN hadir aktif membantu pelaku usaha yang tersendat persoalan perizinan, akses permodalan, pasar, hingga regulasi investasi.
Menjembatani Pengusaha Senior dan Generasi Muda
Gagasan strategis lain yang dibawa figur berlatar belakang pengusaha ini adalah penguatan kolaborasi lintas generasi. Andi menilai KADIN Gorontalo tidak boleh eksklusif bagi segelintir konglomerasi daerah.
”Pengusaha senior memiliki jam terbang dan jaringan yang matang. Sementara generasi muda punya energi, keberanian, dan inovasi. Keduanya harus dipertemukan di KADIN agar UMKM dan wirausahawan baru terdorong naik kelas,” urainya.
Secara garis besar, arah kepemimpinan yang ia tawarkan berpijak pada lima pilar utama:
1. Penguatan Kelembagaan: Mengakhiri kevakuman organisasi melalui sekretariat permanen dan sistem pelayanan terpadu.
2. KADIN Inklusif: Membuka ruang setara bagi konglomerasi, UMKM, asosiasi sektoral, dan pelaku usaha rintisan.
3. Akselerator Pasar & Investasi: Menjembatani jejaring bisnis, membuka akses modal, serta memperluas rantai pasok daerah.
4. Mitra Strategis Pemerintah: Berperan aktif memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi pro-iklim investasi daerah.
5. Regenerasi Pengusaha: Menyiapkan wirausahawan muda agar siap menjadi motor ekonomi utama Gorontalo di masa depan.
Siap Menang, Siap Kalah
Terkait peta pertarungan di Musprov V mendatang, Andi menegaskan kesiapannya menyongsong hasil akhir forum permusyawaratan tertinggi tersebut.
”Saya siap menang, siap kalah,” pungkasnya mantap.
Forum Musprov V KADIN Gorontalo kini menjadi penentu arah perekonomian daerah. Siapa pun yang kelak terpilih menakhodai KADIN dihadapkan pada satu tuntutan nyata: memastikan wadah ini tidak kembali terlelap, melainkan bergerak progresif memperjuangkan iklim usaha Gorontalo.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar