Laporan: Harissusanto
Editor: Mahmud Marhaba
BONE BOLANGO [KLIKINDONESIA.CO] – Ismet Mile selaku Bupati Bone Bolango menegaskan di dalam ber-Nahdlatul Ulama (NU) terlalu banyak yang ia lakukan, terutama terkait dengan bagaimana melakukan pengkaderan-pengkaderan ke-NU-an.
Penegasan ini disampaikan Bupati Ismet Mile saat memberikan Stadium General pada kegiatan Ramadhan Summit 1446 H sekaligus buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Gorontalo, di New Rachmat Hotel Ballroom, Kota Gorontalo, Selasa (18/3/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan diakuinya bahwa organisasi Nahdlatul Ulama (NU) hanya tumbuh berkembang dan maju lewat pengkaderan. Menurutnya, tanpa adanya pengkaderan dan tanpa ada perhatian dari semua pihak, maka tidak akan ada yang namanya kebesaran Nahdiyin atau Nahdlatul Ulama (NU) hingga saat ini.
Olehnya itu, kata orang nomor satu di Kabupaten Bone Bolango tersebut, kebesaran organisasi Nahdlatul Ulama jangan pertanyakan kepada orang lain. Kebesaran NU adalah mari kita pertanyakan kepada diri kita sendiri.
“Saya melihat di sini anak-anak generasi muda, yang punya peluang besar di dalam mengabdi dan berbakti tidak sebatas untuk kepentingan daerah dan negara, tapi juga terutama dalam kebesaran NU, termasuk adalah kebesaran dan kepedulian terhadap agama Islam,”kata Bupati Ismet Mile.
Pada kesempatan itu, Bupati Ismet Mile juga memperkenalkan siapa sosok dirinya dalam perjuangan membesarkan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
”Saya pernah jadi Ketua IPNU Gorontalo, pernah jadi Ketua Ansor Provinsi Sulawesi Utara, pernah jadi Ketua PMII Manado, pernah jadi Ketua ISNU Kota Manado, sehingga di dalam berNU ini terakhir saya sebagai Ketua PWNU Provinsi Gorontalo periode yang pertama,”ujar Ismet Mile.*[]











