Laporan: Harissusanto
Editor: Mahmud Marhaba
BONE BOLANGO, KLIKINDONESIA.CO – Kepala Puskesmas Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango, Wirda Husain, memberikan penjelasan terkait viralnya seorang pasien yang mengalami kecelakaan dan tidak mendapatkan pananganan pihak Puskesmas setempat.
Kepada media, Wirda menjelaskan kronologis yang sebenarnya. Menurutnya, bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (5/5) tepat pukul 18.27 Wita. Ia ditelpon masyarakat terkait ada pasien yang mengalamin kecelakaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jam 18.28 Wita saya monitor digrup perawat, dan saya katakan ada pasien kecelakaan,” ujarnya Selasa (6/5) via seluler.
Dikatakannya bahwa pada pukul 18.29 Wita, para perawat langsung ke Puskesmas, namun dijalan mereka berpapasan dengan mobil keluarga yang membawa pasien menuju RSUD Tombulilato, namun para perawat masih lanjut ke Puskesmas, kerena jarak rumah perawat degan Puskesmas tidak jauh.
“Untuk Puskesmas Bone statusnya itu sebagai Puskesmas rawat jalan dengan persalinan dan UGD 1x 24 jam dan ada jadwal jaga perawat, tapi perawat dan bidan tidak stay cuma on call kerena memang stutusnya Puskemas bukan rawat inap dan ini sudah disampaikan ke masyarakat juga status Puskesmas sebagai rawat jalan,” tegasnya.
Tapi mungkin kata Kapus, masyarakat panik dan sudah dihimbau ke seluruh staf untuk terus menerus mensosialisasikan ke masyarakat tentang status Puskesmas Kecamatan Bone.
Dikatakannya bahwa saat ini Puskesmas Kecamatan Bone memiliko 1 dokter umum NS (Nusantara Sehat ) yang kontraknya hanya 2 tahun, dan kondisi Puskesmas memang tidak memungkinkan untuk rawat inap.
Disamping masih bangunan lama dan lokasinya juga kurang strategis, berada di bawah lereng gurung dan dekat sungai yang setiap tahun jika air sungai meluap pasti banjir sampai masuk dalam Puskesmas.
“Harapan kami semoga Puskesmas Bone direlokasi ke tempat yang lebih strategis dan bisa ditingkatkan jadi rawat inap dan memiliki dokter yang menetap di Kecamatan Bone. Mengingat juga Puskemas Bone merupakan Puskesmas di wilayah perbatasan Sulut dan Gorontalo,” pintanya.
Selain itu, staf perawat yang dimiliki saat ini oleh Puskesmas Kecamatan Bone hanya ada 2 ASN, staf honor 3 orang dan 2 orang abdi.
Meski demikian, Kapus berharap agar kejadian ini jadi pelajaran buat mereka. “Insya Allah ini jadi pelajaran berharga bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saya selalu kepala Puskesmas dan seluruh staf memohon maaf atas kejadian ini,” pungkasnya.*[]











