Utun dan Amplop Coklat, Antara Lupa, Bercanda, atau Seni Berakrobat Politik?

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi/edit:himpun.id

Foto ilustrasi/edit:himpun.id

Jhojo Rumampuk : Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Provinsi Gorontalo

GORONTALO [KLIKINDONESIA.CO] – Ada banyak hal yang membingungkan di dunia ini. Salah satunya adalah perubahan iklim. Namun ternyata, ada yang lebih labil daripada cuaca tropis: pengakuan seorang pria dengan nama samaran Utun.

Awalnya, publik dikejutkan oleh pengakuan jujur nan mengguncang, Utun mengaku telah didatangi perwakilan perusahaan biji-biji dan menerima amplop coklat misterius.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amplop ini, tentu saja, bukan amplop undangan pernikahan, apalagi surat lamaran kerja. Banyak yang menafsirkan amplop ini sebagai bentuk “bela rakyat berbasis fee.”

Namun, secepat angin sore yang berubah jadi badai malam, Utun tiba-tiba membantah dirinya pernah membuat pengakuan itu.

Katanya, ia tak pernah mengucapkan bahwa ia didatangi apalagi menerima amplop. Mungkin rekaman yang beredar hanyalah bagian dari sinetron “Demi Amplop Aku Rela.”

Tapi puncak sarkasme dari drama ini belum selesai.

Ketika dimintai keterangan dalam proses resmi, yang dicatat dan ditandatangani, Utun sekali lagi membuat plot twist.

Ia menyebut bahwa semua pernyataannya hanyalah “candaan.” Luar biasa. Rupanya kita sedang menyaksikan stand-up comedy level legislatif. Sayangnya, yang jadi penonton bukan rakyat tertawa, tapi rakyat kecewa.

Amplop coklat itu kini tak lagi coklat. Ia berubah warna “abu-abu” penuh misteri.

Kebenarannya pun dicuci bolak-balik dalam mesin cuci klarifikasi yang diputar oleh seorang ketua lembaga wakil rakyat, yang seharusnya memberi keteladanan.

Tapi apa mau dikata, kita malah disuguhi drama “Saya Tidak Pernah, Saya Bercanda.”

Apakah Utun korban tekanan? 

Ataukah ia hanya sedang menikmati panggung kekuasaan, mempermainkan narasi demi narasi, seolah publik ini tak bisa berpikir?

Jika benar begitu, maka “Utun” pantas mendapatkan penghargaan bukan sebagai negarawan, tapi sebagai pemain drama politik terbaik tahun ini.*[]

Penulis : Harissusanto Toonawu

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klikindonesia

Berita Terkait

Audiensi Koperasi GASS dan Kominfotik, Kadis Trizal Entengo : Tak Perlu Risau Wifi Ilegal, Regulasi dan Pasar Akan Menyaring
Sengkarut WiFi Ilegal: Koperasi GASS dan HMI Sulut-Go Desak Pemerintah Legalisasi Usaha Lokal demi kedaulatan digital.
Hentikan Kriminalisasi WiFi Lokal, HMI & Koperasi GASS Desak Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Lokal
Membongkar Gurita Wifi Ilegal di Gorontalo: Badko HMI Sulutgo Seret Nama Telkom dan Pemerintah Daerah
Perkuat Silaturahmi di Penghujung Ramadhan, Team Leader BIO-RICH Gorontalo Gelar Bukber dan Halal Bi Halal
Resmi dibuka Motiayo Cup Jilid V PEDRO Dorong Lahirnya Bibit Atlet Sepakbola dari bone Pesisir
Hadiri Milad SMA Negeri 1 Kabila, Berikut Pesan Moril Wabup Risman Tolingguhu
Penuh Hikmat, Sejumlah Pejabat Hadiri Milad SMA Kabila, Wabup Risman Puji Kontribusi Sekolah

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 16:53 WIB

Audiensi Koperasi GASS dan Kominfotik, Kadis Trizal Entengo : Tak Perlu Risau Wifi Ilegal, Regulasi dan Pasar Akan Menyaring

Kamis, 2 April 2026 - 01:44 WIB

Sengkarut WiFi Ilegal: Koperasi GASS dan HMI Sulut-Go Desak Pemerintah Legalisasi Usaha Lokal demi kedaulatan digital.

Kamis, 2 April 2026 - 01:37 WIB

Hentikan Kriminalisasi WiFi Lokal, HMI & Koperasi GASS Desak Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Lokal

Rabu, 1 April 2026 - 08:53 WIB

Membongkar Gurita Wifi Ilegal di Gorontalo: Badko HMI Sulutgo Seret Nama Telkom dan Pemerintah Daerah

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:44 WIB

Perkuat Silaturahmi di Penghujung Ramadhan, Team Leader BIO-RICH Gorontalo Gelar Bukber dan Halal Bi Halal

Berita Terbaru