Pelaksanaan adat “Tonggeyamo” adalah rangkaian yang wajib digelar setiap menyambut Idul Adha, sebagai pemberitahuan resmi lembaga adat dan pemerintah daerah kepada umat muslim yang mengacu pada ketetapan Kementerian Agama RI.
BONE BOLANGO [KLIKINDONESIA.CO] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo menggelar adat “Tonggeyamo” atau penetapan Idul Adha 1446 Hijriyah, yang diikuti pejabat daerah dan tokoh agama di Rumah Dinas Bupati, Kamis malam (5/6).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses Adat “Tonggeyamo” dihadiri Bupati Drs. H. Ismet Mile, MM, Wakil Bupati Bone Bolango Risman Tolingguhu, Forkopimda, Sekda Iwan Mustapa, Pimpinan OPD, dan para Camat itu berjalan penuh hikmat.
Sebagaimana diketahui pelaksanaan adat “Tonggeyamo” adalah rangkaian yang wajib digelar setiap menyambut Idul Adha, sebagai pemberitahuan resmi lembaga adat dan pemerintah daerah kepada umat muslim yang mengacu pada ketetapan Kementerian Agama RI.

Usai kegiatan itu, Bupati Bone Bolango, Drs. H. Ismet Mile, MM, meminta agar seluruh masyarakat yang akan melaksanakan salat Idul Adha agar selalu menjaga ketertiban dan keamanan.
“Saya juga mengingatkan agar masyarakat menjaga keamanan rumah yang akan ditinggalkan dengan mengunci pintu serta mengamankan alat-alat elektronik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya pada media.
Bupati Ismet juga mengimbau agar pelaksanaan takbiran dilakukan di masjid setempat dan tidak melakukan takbiran keliling dengan menggunakan kendaraan.
“Saya mengajak kepada masyarakat yang berkesempatan hadir agar kiranya berkumpul di Rumah Dinas Bupati pada pukul 06.30 wita dan bersama-sama menuju Masjid Agung Al-Marhamah untuk melaksanakan salat Idul Adha,” pintanya.
Sebelumnya, Bupati Ismet Mile juga telah menyerahkan dokumen khutbah pada khatib yang telah ditunjuk dalam pelaksanaan Solat Idul Adha Masjid Agung Al-Marhamah Kecamatan Suwawa.
Jumlah hewan kurban se Kabupaten Bone Bolango yang dilaporkan pada tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 1016, terdiri dari 1008 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Sebelumnya pada tahun 2024 hanya sebesar 917 ekor.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











