Dalam konteks nasional, Koperasi Merah Putih hadir untuk menjawab tantangan zaman: koperasi tak boleh tertinggal dari inovasi teknologi dan kebutuhan pasar. GASS menjadi salah satu contoh koperasi lokal yang telah menjawab tantangan tersebut, jauh sebelum skema nasional terbentuk.
GORONTALO – Di tengah semangat transformasi ekonomi kerakyatan yang digaungkan pemerintah melalui Program Koperasi Merah Putih, berbagai daerah mulai memperlihatkan geliat koperasi baru yang adaptif terhadap era digital. Salah satunya adalah Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) di Gorontalo, yang digagas oleh Bahrun Usman, S.Fil.I.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Koperasi Merah Putih yang diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bertujuan membangun koperasi modern berbasis digital, inklusif, dan mandiri. Tujuan ini rupanya telah lebih dahulu diterjemahkan dalam gerakan lokal oleh GASS, bahkan sebelum kampanye besar nasional ini digaungkan.
GASS: Koperasi Digital, Inklusif, dan Berdampak Nyata
Berbasis di Kabupaten Bone Bolango, GASS mengimplementasikan model koperasi yang relevan dengan nilai-nilai Koperasi Merah Putih:
- Digitalisasi Layanan (Desa Cerdas)
Koperasi GASS membangun akses internet murah dan stabil untuk desa-desa di Gorontalo, membuka peluang warga untuk mengakses pendidikan daring, e-government, hingga UMKM digital.
- Pemberdayaan SDM (Beasiswa Digital)
Melalui pelatihan teknis bagi anak muda desa, GASS menciptakan tenaga kerja digital lokal—mewujudkan kemandirian koperasi berbasis talenta desa.
- Inklusi Sosial (Layanan Hukum Gratis)
GASS memberikan pendampingan hukum gratis kepada masyarakat tidak mampu, sejalan dengan misi koperasi Merah Putih dalam memastikan keadilan ekonomi dan sosial.
- UMKM Go Digital
Pelaku usaha lokal dibantu untuk masuk ke pasar online melalui pelatihan, branding, dan akses promosi digital.
Sejalan dengan Agenda Nasional
Dalam konteks nasional, Koperasi Merah Putih hadir untuk menjawab tantangan zaman: koperasi tak boleh tertinggal dari inovasi teknologi dan kebutuhan pasar. GASS menjadi salah satu contoh koperasi lokal yang telah menjawab tantangan tersebut, jauh sebelum skema nasional terbentuk.
Bahkan, sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Gubernur Gorontalo, Bupati Bone Bolango, dan DPRD setempat telah menyatakan dukungan terhadap GASS sebagai model koperasi masa depan.

“Kami melihat ini sebagai jawaban atas semangat Koperasi Merah Putih: koperasi rakyat yang relevan, cepat, dan menjangkau yang tertinggal,” ujar salah satu anggota DPRD Bone Bolango.
Bahrun Usman: “Koperasi Harus Relevan dan Responsif”
Bahrun menyampaikan bahwa koperasi di era digital harus lebih dari sekadar simpan pinjam.
“Koperasi harus menjadi jembatan teknologi, keadilan, dan pemberdayaan. Kalau Koperasi Merah Putih berbicara skala nasional, GASS mencoba membuktikan itu bisa dimulai dari desa,” ujarnya.
Momentum Kolaborasi Lokal–Nasional

Dengan sinergi antara kebijakan pusat dan inovasi lokal seperti GASS, transformasi koperasi digital Indonesia bisa bergerak lebih cepat. GASS membuka peluang untuk menjadi role model regional bahkan nasional, dalam mengakselerasi agenda besar koperasi digital.
Kesimpulan: Merah Putih Tumbuh dari Desa
Koperasi Merah Putih bukan hanya lambang nasionalisme ekonomi, tapi ruang hidup bagi inovasi seperti GASS. Di Gorontalo, Bahrun Usman telah membuktikan bahwa kemajuan koperasi tidak harus menunggu pusat—ia bisa dimulai dari pinggiran, dari rakyat.*[]
Penulis : Rendi Kantu
#KoperasiMerahPutih
#GASSUntukIndonesia
#BahrunUsman
#DigitalisasiDesa
#UMKMDigital
#EkonomiKerakyatan
#KoperasiModern
#GorontaloTerkoneksi
#InovasiDaerah
#KoperasiBangkit
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











