Waduuhh, Honor Paskibraka Pohuwato Diduga Disunat?

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ilustrasi : Pasukan Pengibar Bendera HUT RI

Ilustrasi : Pasukan Pengibar Bendera HUT RI

POHUWATO – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pohuwato berlangsung khidmat. Namun diwarnai kekecewaan mendalam dari pasukan pengibar bendera (Paskibraka) yang mengaku honor mereka dipangkas drastis.

Sejumlah anggota Pasukan 8 dan Pasukan 45 bahkan mengembalikan uang saku yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

Mereka menilai, penghargaan atas tugas sakral mengibarkan Merah Putih justru diperlakukan tidak adil.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Honor yang biasanya diterima pengapit Pasukan 8 sebesar Rp2,5 juta, tahun ini hanya Rp1 juta. Lebih memprihatinkan, Pasukan 45 yang biasanya memperoleh Rp500 ribu hanya diberikan Rp250 ribu.

“Kami sangat kecewa. Lebih baik uang itu kami kembalikan daripada menerima perlakuan seperti ini,” ungkap salah seorang anggota pasukan, enggan disebutkan namanya, Minggu (17/8), sebagaimana dilaporkan hibata.id.

Klarifikasi Pemda Pohuwato

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pohuwato melalui Sekretaris Ruslan Samadi menepis tudingan adanya pemotongan. Ia menyebut hal tersebut murni penyesuaian anggaran.

“Anggaran yang ada memang seperti itu. Tidak ada potongan. Kalau jumlah yang ditandatangani berbeda dengan yang diterima, itu baru bisa disebut potongan. Dana yang dicairkan sesuai DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran),” ujar Ruslan.

Ia menambahkan, kondisi keuangan daerah berimbas pada efisiensi pelaksanaan kegiatan.

“Kami pastikan tidak ada potongan. Namun keluhan pasukan tetap kami tanggapi dan Alhamdulillah ada pihak lain yang bersedia membantu agar sesuai harapan mereka,” katanya.

Meski demikian, alasan efisiensi Pemda Pohuwato tetap menuai kritik. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin anggaran besar bisa digelontorkan untuk acara seremonial, sementara pasukan upacara—yang menjadi simbol sakral kemerdekaan—justru menerima honor jauh di bawah standar.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, Pemkab Pohuwato tidak hanya gagal menjaga marwah upacara kemerdekaan, tetapi juga dinilai mengabaikan semangat perjuangan para pemuda yang disiplin melaksanakan tugas mulia di lapangan. PS.W.0024225

Penulis : Harissusanto Toonawu

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: hibata.id

Follow WhatsApp Channel gorontalo.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BAPPEDA DI ERA PEMERINTAHAN ANTISIPATIF: SAATNYA PERENCANAAN DAERAH MELIHAT MASA DEPAN
Polemik Rekomendasi Kepala Daerah di Musyawarah KADIN: Mitra Strategis, Bukan Penentu Mandat Internal
Dorong RSUD Toto Kabila Naik Kelas ke Tipe B, Bupati Ismet Mile Siap All-Out Backup Anggaran
Delapan Putra-Putri Bone Bolango Perkuat Kontingen Gorontalo di MTQ Nasional XXXI Semarang
Bupati Bone Bolango Minta Pembahasan APBD-P 2026 Dikebut demi Stabilitas dan Pelayanan Publik
Bukan Sekadar Seremoni, Wabup Risman Tolingguhu Minta Penerima SAKIP Award 2026 Tak Cepat Puas Diri
Pimpin Apel Perdana, Bupati Ismet Mile Tegur Kebiasaan Molor dan Tuntut Profesionalisme ASN Bone Bolango
Jaga Konsistensi Selama 8 Tahun, Bone Bolango Sabet Predikat Terbaik 1 Jamsostek Award

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:35 WIB

BAPPEDA DI ERA PEMERINTAHAN ANTISIPATIF: SAATNYA PERENCANAAN DAERAH MELIHAT MASA DEPAN

Minggu, 13 September 2026 - 09:23 WIB

Polemik Rekomendasi Kepala Daerah di Musyawarah KADIN: Mitra Strategis, Bukan Penentu Mandat Internal

Jumat, 11 September 2026 - 10:24 WIB

Dorong RSUD Toto Kabila Naik Kelas ke Tipe B, Bupati Ismet Mile Siap All-Out Backup Anggaran

Kamis, 10 September 2026 - 20:59 WIB

Delapan Putra-Putri Bone Bolango Perkuat Kontingen Gorontalo di MTQ Nasional XXXI Semarang

Rabu, 9 September 2026 - 19:56 WIB

Bupati Bone Bolango Minta Pembahasan APBD-P 2026 Dikebut demi Stabilitas dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru