GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 25 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Prosesi ini berlangsung khidmat di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Senin (12/1).
Agenda penting ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo. Pelantikan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret implementasi Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru di lingkungan pemerintah provinsi.
Dalam arahannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa perombakan dan pengisian jabatan ini dilakukan melalui pertimbangan yang matang, dengan mengedepankan aspek kompetensi dan integritas para aparatur yang dilantik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Pengisian jabatan pada struktur baru ini sepenuhnya mempertimbangkan kompetensi masing-masing pejabat. Kami berharap mereka mampu mengakselerasi program kerja sesuai dengan dinamika organisasi yang baru,” ujar Gusnar saat diwawancarai usai prosesi pelantikan.

Di antara puluhan pejabat yang dilantik, salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Dr. dr. Anang Samudera Otoluwa, MPPM, yang kini dipercaya menjabat kembali Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo.
Dr. Anang bukanlah orang baru di dunia kesehatan Gorontalo. Sejak Maret 2023, ia telah dikenal sebagai praktisi sekaligus birokrat yang memiliki rekam jejak akademik cemerlang.
Lulusan Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (1993) ini memegang gelar Master dari University of Southern California (2003) dan gelar Doktor dari Universitas Hasanuddin.
Selama masa kepemimpinannya, Dr. Anang memiliki fokus tajam pada beberapa isu krusial, di antaranya:
• Transformasi Kesehatan: Berkomitmen penuh mengimplementasikan enam pilar transformasi kesehatan di Gorontalo.
• Penurunan Stunting: Berhasil menekan angka stunting dari 29% (2021) menjadi 23,8% (2022) dan terus menjadikannya prioritas utama.
• Edukasi Masyarakat: Konsisten mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari gaya hidup kuratif (mengobati) menuju promotif dan preventif (mencegah).
Selain berkarier di birokrasi, Dr. Anang juga aktif membagikan ilmunya sebagai dosen di program studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Tompotika Luwuk Banggai. Kehadirannya di struktur SOTK baru ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kebijakan kesehatan dan pengendalian penduduk di Provinsi Gorontalo.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











