BONE BOLANGO [KLIKINDONESIA.CO] –Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, kembali meminta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperketat pengawasan terhadap jajanan buka puasa atau takjil yang dijajakan di berbagai titik wilayah Bone Bolango.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh panganan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B).
Faisal Yunus menekankan bahwa antusiasme warga dalam berburu takjil seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memperhatikan standar kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kita ingin warga beribadah dengan tenang. Jangan sampai niat mencari keberkahan justru terganggu oleh masalah kesehatan akibat makanan yang tidak higienis atau mengandung bahan kimia berbahaya,” tegas Faisal.
Poin Utama Permintaan DPRD:
• Uji Sampel di Lapangan: BPOM diminta turun langsung ke pasar-pasar takjil untuk melakukan rapid test (uji cepat).
• Edukasi Pedagang: Tidak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi kepada UMKM mengenai penggunaan bahan baku yang aman.
• Kolaborasi OPD: Menghimbau Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan untuk mendampingi proses pengawasan agar lebih komprehensif.
Selain meminta ketegasan dari otoritas pengawas, politisi senior ini juga mengingatkan warga agar menjadi konsumen yang cerdas.
Ia menyarankan masyarakat untuk memerhatikan ciri fisik makanan yang mencurigakan, seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar.
Dengan pengawasan ketat sejak awal Ramadan, diharapkan perputaran ekonomi kreatif di sektor kuliner Bone Bolango tetap tumbuh positif tanpa mengesampingkan faktor keselamatan publik.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











