Wakil Ketua DPRD Bone Bolango Pedro Bau (kiri) dan Kapolres Bone Bolango (kanan) saat hadir pada acara Kapolres Bone Bolango Cup 2026 (F. Kabar Baru).
BONE BOLANGO – Penyelenggaraan Kapolres Bone Bolango Cup 2026 dinilai sebagai langkah nyata dalam membangun masa depan sepak bola Gorontalo melalui pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PSSI Bone Bolango yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bone Bolango, Zainudin Pedro Bau, saat menghadiri pembukaan turnamen di Lapangan Sepak Bola Suwawa, Kecamatan Suwawa, Jumat (26/6/2026).
Turnamen yang diinisiasi oleh Polres Bone Bolango ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.
Menurut Pedro Bau, kemajuan sepak bola daerah tidak hanya ditentukan oleh prestasi tim senior, melainkan harus diawali dengan kompetisi usia muda yang rutin dan berkualitas.
“Kapolres Bone Bolango Cup menjadi langkah nyata membangun masa depan sepak bola Gorontalo. Kompetisi seperti ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus membentuk karakter sebagai seorang atlet,” ujar Pedro Bau.
Sebagai Ketua PSSI, Pedro Bau memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Bone Bolango yang telah mengintegrasikan olahraga ke dalam rangkaian perayaan HUT Bhayangkara. Ia menekankan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha, hingga masyarakat adalah kunci utama sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Pada edisi tahun ini, antusiasme masyarakat Gorontalo terbukti sangat tinggi. Turnamen Kapolres Bone Bolango Cup 2026 diikuti oleh total 66 tim dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo, yang terbagi ke dalam tiga kelompok umur:
• Kategori U-11: 18 Tim
• Kategori U-13: 21 Tim
• Kategori U-15: 27 Tim
• Investasi Jangka Panjang
Pedro Bau menambahkan bahwa semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula peluang daerah untuk menjaring talenta berbakat yang siap diproyeksikan ke level yang lebih tinggi.
“Sepak bola membutuhkan proses. Talenta yang dimiliki anak-anak harus dibina melalui kompetisi yang berjenjang agar mereka memiliki mental bertanding, disiplin, sportivitas, dan kemampuan teknis yang semakin baik. Itulah investasi sesungguhnya bagi masa depan sepak bola Gorontalo,” jelasnya.
Selain sepak bola, kemeriahan HUT Bhayangkara ke-80 ini juga menghadirkan berbagai cabang olahraga lainnya. Kesuksesan acara ini turut disokong oleh dukungan sejumlah sponsor, mulai dari Bank SulutGo (BSG), Bank Mandiri, Telkomsel, Vidya Amalia, PLN, hingga Koperasi Gambuta Mining Nusantara.
Mengakhiri penyataannya, Pedro Bau berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang demi mencetak generasi emas sepak bola daerah.
“Harapan kita sederhana, semoga dari lapangan ini lahir pemain-pemain terbaik yang kelak menjadi kebanggaan Bone Bolango dan Gorontalo. Karena membangun sepak bola tidak dimulai dari hasil akhir, tetapi dari pembinaan yang konsisten sejak usia dini,” pungkasnya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











