“Membentuk kepengurusan bukan pekerjaan sehari dua hari. Kita memilih orang-orang yang benar-benar siap mengabdi kepada partai, siap bekerja, dan siap bertanggung jawab kepada masyarakat,” katanya memaparkan.
GORONTALO – Ketua DPW PPP Gorontalo, Ismet Mile, menegaskan bahwa pelantikan serentak enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan di Provinsi Gorontalo bukan sekadar agenda seremonial belaka. Di hadapan ratusan kader yang memadati lokasi acara pada Minggu (12/7), Ismet langsung membakar semangat pengurus baru dengan melemparkan target politik besar: merebut kembali kejayaan PPP di tanah Gorontalo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Hari ini bukan sekadar pelantikan. Ini adalah awal dari tanggung jawab besar untuk membesarkan PPP. Setelah seluruh DPC terbentuk, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bergerak,” ujar Ismet dengan nada optimis.
Bagi Ismet, momentum ini mencetak sejarah baru bagi organisasi PPP di Gorontalo. Untuk pertama kalinya, seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut kini telah memiliki kepengurusan DPC yang lengkap dan resmi. Capaian ini diakuinya lahir dari proses seleksi panjang yang tidak sederhana.
”Membentuk kepengurusan bukan pekerjaan sehari dua hari. Kita memilih orang-orang yang benar-benar siap mengabdi kepada partai, siap bekerja, dan siap bertanggung jawab kepada masyarakat,” katanya memaparkan.
Target Kursi Legislatif dan Rebut Basis Massa
Kendati konsolidasi internal telah rampung, Ismet mengingatkan bahwa mesin partai hanya akan bermakna jika mampu meningkatkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, ia secara terbuka memasang target tinggi untuk pemilu mendatang.
PPP Gorontalo tidak ingin sekadar bertahan, melainkan agresif merebut kembali daerah-daerah yang selama ini mengalami penurunan representasi politik.
”Saya ingin setiap DPC punya target yang jelas. Kabupaten Gorontalo harus bertambah kursinya, Bone Bolango juga harus meningkat. Bahkan Gorontalo Utara harus kembali memiliki wakil PPP di DPRD. Itu bukan mimpi kalau kita bekerja serius,” tegas Ismet.
Ia menambahkan bahwa kejayaan masa lalu harus menjadi standar ukuran sekaligus bahan bakar motivasi kader untuk menyusun strategi yang lebih efektif di lapangan.
Momen Haru untuk Rachmat Gobel
Di tengah riuhnya konsolidasi politik, suasana sempat berubah khidmat saat Ismet mengajak seluruh kader yang hadir untuk menundukkan kepala sejenak. Ia memimpin doa bersama untuk almarhum Rachmat Gobel, tokoh nasional asal Gorontalo yang wafat beberapa waktu lalu.
Ismet secara personal mengakui memiliki kedekatan politik yang mendalam dengan almarhum, dan menyebut kepergian sang tokoh sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Gorontalo.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











