“… Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, menegaskan bahwa penyerahan kartu ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. “Ini adalah wujud nyata dari misi sosial kami. Koperasi GASS ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya para pekerja… “
BONE BOLANGO – Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal kesejahteraan masyarakat bawah. Bertempat di Aula Pertemuan Kantor Desa Huntu Utara, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Koperasi GASS resmi menyerahkan 74 Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada warga kurang mampu pada Sabtu (18/7) sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 16.00 WITA ini merupakan bagian dari program unggulan Koperasi GASS. Program ini dirancang khusus untuk menyentuh dan melindungi lapisan masyarakat yang paling membutuhkan perlindungan sosial.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Plt Kepala Desa Huntu Utara Yasin Djabi. Dalam penyampaiannya, pihak pemerintah desa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Koperasi GASS atas kepedulian nyata mereka terhadap proteksi sosial warga desa.
Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, menegaskan bahwa penyerahan kartu ini bukan sekadar agenda seremonial belaka.
“Ini adalah wujud nyata dari misi sosial kami. Koperasi GASS ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya para pekerja informal dan kurang mampu, memiliki jaring pengaman sosial yang layak saat menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Bahrun.
Arahan strategis kemudian disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Bone Bolango sekaligus Ketua Badan Pengawas Koperasi GASS, Zainudin Pedro Bau. Dalam arahannya, Pedro menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga koperasi, pemerintah, dan legislatif dalam mengentaskan kemiskinan serta memberikan jaminan keselamatan kerja bagi warga Bone Bolango.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan warga. Momen ini disambut dengan rasa haru dan syukur dari masyarakat penerima manfaat, sebelum akhirnya seluruh rangkaian acara ditutup dengan foto bersama.
Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) adalah lembaga koperasi modern yang tidak hanya berfokus pada perputaran ekonomi dan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga memiliki pilar sosial yang kuat.
Berbeda dengan koperasi konvensional, Koperasi GASS aktif bergerak sebagai jembatan akses kesejahteraan bagi masyarakat luas melalui berbagai program inovatif—salah satunya adalah subsidi dan fasilitasi jaminan sosial.
Di bawah pengawasan tokoh-tokoh berkompeten, koperasi ini berkomitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memberikan proteksi nyata bagi masyarakat rentan di wilayah Bone Bolango dan sekitarnya.
Kartu BPJS Ketenagakerjaan yang dibagikan ini menjadi “perisai” penting bagi warga, terutama mereka yang bekerja di sektor mandiri atau informal (seperti petani, pedagang, dan buruh harian).
Berikut adalah manfaat utama yang diterima oleh pemegang kartu:
1.Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Perlindungan penuh atas risiko kecelakaan yang terjadi saat bekerja, mulai dari perjalanan berangkat, saat beraktivitas di tempat kerja, hingga perjalanan pulang ke rumah. Seluruh biaya medis akan ditanggung penuh tanpa batas biaya (unlimited) sesuai kebutuhan medis.
2.Jaminan Kematian (JKM)
Jika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, ahli waris akan mendapatkan santunan tunai (berupa uang duka dan biaya pemakaman) untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan.
3. Beasiswa Pendidikan Anak
Bagi peserta yang mengalami risiko meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja, terdapat fasilitas beasiswa pendidikan bagi anak-anak mereka hingga jenjang perguruan tinggi (sesuai ketentuan yang berlaku).
4.Rasa Aman dalam Bekerja (Peace of Mind)
Manfaat psikologis terbesar adalah lahirnya ketenangan pikiran bagi pekerja dan keluarga. Risiko-risiko finansial akibat musibah kerja kini telah dialihkan dan dijamin oleh negara.
Dengan adanya program jaminan sosial ini, Koperasi GASS bersama Pemerintah Desa Huntu Utara berharap dapat menekan angka kemiskinan baru secara signifikan, khususnya yang disebabkan oleh musibah kerja yang menimpa tulang punggung keluarga.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhabah
Sumber Berita: Klikindonesia











