GORONTALO – Upaya pemberhentikan Wahyudin Moridu dari kursi legislatif oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo mendapat apresiasi sejumlah aktivis Gorontalo.
Keberanian ini dinilai sebagai sikap ketegasan lembaga dalam menjaga marwah dan integritas DPRD.
Frengkymax Kadir yang juga pernah menjabat Ketua LSM Jaman Gorontalo itu, menyebut ucapan Wahyudin dalam video kontroversial yang sempat viral tidak pantas bagi seorang pejabat public.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Oleh karena itu, saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BK DPRD Provinsi Gorontalo, karena sudah memperlihatkan kinerja mereka,” kata Frengky, Rabu sebagaimana diberitakan tabayyun.co.id. (24/9/2025).
Meski begitu, Frengky mengingatkan agar BK DPRD tidak tebang pilih dalam menangani pelanggaran etik. Ia menekankan setiap laporan masyarakat terhadap anggota dewan harus diselesaikan secara transparan.
“Sejauh ini, Saya melihat BK DPRD di masa kepemimpinan Fikram banyak masalah yang ditindaklanjuti, Dibandingkan BK di periode sebelumnya. Olehnya, kami berharap BK harus menjaga marwah dan kepercayaan publik. Termasuk, kasus anggota DPRD MY dari partai PKS harus diselesaikan,” ujarnya.
“Publik menunggu keputusan BK DPRD Provinsi Gorontalo. Bahkan, kasus yang dilakukan MY, para korban mendukung dan mendesak kami melakukan aksi demonstrasi di DPRD pekan depan,” sambungnya.
Dengan pernyataan tersebut, Aktivis berharap BK DPRD tetap konsisten menegakkan aturan tanpa diskriminasi untuk menjaga wibawa lembaga legislatif di mata masyarakat.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: tabayyun.co.id











