BONE BOLANGO – Pergantian nama rumah sakit Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango mulai disuarakan sebagian masyarakat. Tentu pergantian ini bisa saja terjadi karena berbagai alasan, salah satunya untuk meningkatkan identitas lokal atau penghormatan terhadap tokoh tertentu.
Beberapa sumber yang diwawancarai media paling tidak menyebut alasan utama pergantian nama rumah sakit mencakup beberapa hal, salah satunya penguatan kearifan local.
“Mengganti nama dengan istilah yang lebih dikenal masyarakat setempat, mungkin ini dibutuhkan juga,” ujar sumber.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghormatan terhadap tokoh juga menjadi pendekatan tersendiri, pailing tidak dengan menggunakan nama pahlawan atau tokoh penting daerah untuk menghormati jasa mereka.
Pertimbangan terakhir tidak lain terkait perubahan kepemilikan atau status Rumah sakit itu sendiri.
Direktur RSUD Toto dr. Thaib Saleh yang dihubungi media terkait aspirasi warga terhadap usulan pergantian nama Rumah Sakit Toto memberi respon positif.
“Memang sudah ada beberapa usulan dan aspirasi terkait penggantian nama RS Toto Kabila, termasuk dari kalangan anggota DPRD yang menyuarakan hal yang sama,” ujarnya Selasa (2/12).
Salah satu aspek pertimbangannya kata dr. Thaib, adalah terkait perubahan status dari lembaga yang lebih kecil menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD) dan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan hal ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk mengubah nama Rumah Sakit Toto Kabila jika ini memang perlu dilakukan.
Disinggung terkait nama-nama yang diaspirasikan, Dirut tidak menampik adanya beberapa nama yang sudah bermunculan, yakni RSUD Thaib Gobel, RSUD Nani Wartabone dan RSUD BJ Habibie.
“Semua nama yang diaspirasikan cukup baik, tapi kami akan kaji lebih mendalam lagi terkait hal ini, apa perlu dilakukan perubahan nama RSUD Toto atau tidak,” pungkas dr. Thaib.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











