“… Koperasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi belaka, tetapi juga membawa misi sosial. Kami ingin …”
BONE BOLANGO – Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) Klaster Bone Bolango menggelar pertemuan rutin di kediaman Usman Daud pada Senin (28/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi pengurus dan anggota dalam merumuskan langkah-langkah krusial demi akselerasi dan peningkatan kapasitas usaha koperasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, tersebut berfokus pada dua agenda utama, yakni evaluasi kinerja prioritas serta penyusunan proyeksi bisnis ke depan.
Dalam arahannya, Bahrun Usman menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan unit usaha koperasi sekaligus memastikan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain membahas penguatan unit bisnis, rapat tersebut juga menggarisbawahi dua program unggulan berbasis sosial.
Program pertama difokuskan pada upaya peningkatan gizi masyarakat, sementara program kedua menyoroti pentingnya solidaritas antaranggota melalui penyediaan dana santunan duka bagi keluarga anggota yang tertimpa musibah.
“Koperasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi belaka, tetapi juga membawa misi sosial. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, baik dalam peningkatan gizi warga maupun saat anggota sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujar Bahrun di sela-sela kegiatan.
Mengenal Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS)
Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) merupakan wadah ekonomi berbasis kerakyatan yang berkomitmen membangun kemandirian finansial masyarakat melalui tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan. Beroperasi melalui sistem klaster daerah—salah satunya di Kabupaten Bone Bolango—Koperasi GASS mengintegrasikan pengembangan bisnis mikro, pemberdayaan ekonomi lokal, dan program perlindungan sosial.
Melalui pendekatan menyeluruh ini, GASS tidak hanya memfasilitasi kebutuhan permodalan dan penguatan usaha anggota, tetapi juga aktif mengambil peran dalam isu-isu kesejahteraan sosial seperti ketahanan gizi keluarga dan jaring pengaman sosial berbasis komunitas.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











