“… Koperasi GASS bukan hanya soal bisnis dan transaksi ekonomi, tetapi tentang kemanusiaan dan kebersamaan. Kami ingin memastikan setiap anggota …”
BONE BOLANGO — Komitmen dalam merawat rasa kekeluargaan dan kepedulian antar anggota kembali ditunjukkan oleh Koperasi Global Akses Sejahtera (Koperasi GASS). Pada Selasa (29/7/2026), keluarga besar Koperasi GASS menyerahkan santunan duka secara langsung kepada ahli waris almarhumah ibunda dari Sekretaris Koperasi GASS, Fendi Lasulika, di Desa Bubeya, Kecamatan Suwawa, Selasa (28/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, sebagai wujud empati dan solidaritas mendalam di tengah masa-masa sulit yang dihadapi anggota.
Bukan Sekadar Bantuan Formalitas
Kehadiran program santunan duka ini dirancang bukan sekadar sebagai pelengkap administrasi, melainkan jaring pengaman sosial yang memberikan dampak nyata bagi keluarga yang ditinggalkan. Program ini membawa sejumlah manfaat strategis, di antaranya:
• Meringankan Beban Finansial: Membantu keluarga menghadapi ketidakpastian ekonomi di saat-saat kritis.
• Menutup Biaya Pemakaman: Mengurangi beban pengeluaran mendadak untuk seluruh rangkaian prosesi pemakaman hingga doa bersama (tahlilan).
• Dukungan Pendidikan Anak: Memastikan keberlanjutan masa depan dan pendidikan anak-anak ahli waris agar tetap terjaga.
• Menjaga Stabilitas Ekonomi Keluarga: Memberikan ketenangan pikiran dan cadangan dana darurat selama masa adaptasi pasca-kehilangan.
• Mempererat Tali Silaturahmi: Memperkuat solidaritas dan rasa persaudaraan agar sesama anggota koperasi semakin solid dan berdaya.
Pilar Program Unggulan Koperasi GASS
Dalam kesempatan tersebut, Bahrun Usman menegaskan bahwa santunan duka merupakan salah satu pilar program unggulan yang konsisten dijalankan oleh Koperasi GASS. Selain bantuan duka, koperasi ini juga aktif mengintegrasikan para anggotanya ke dalam jaminan perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai program pro-rakyat lainnya.
”Koperasi bukan hanya soal bisnis dan transaksi ekonomi, tetapi tentang kemanusiaan dan kebersamaan. Kami ingin memastikan setiap anggota merasa dirangkul dan didukung, baik dalam kondisi suka maupun duka,” tutur Bahrun.
Melalui langkah nyata ini, Koperasi GASS terus memperkuat posisinya—tidak hanya sebagai penggerak roda ekonomi warga, tetapi juga sebagai rumah bernaung yang saling menguatkan bagi seluruh anggotanya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











