Memahami Sejarah itu Penting !
Latar belakang pendirian PORDI adalah untuk mengubah stigma negatif domino yang sering dikaitkan dengan perjudian dan mengangkat statusnya menjadi cabang olahraga resmi yang mengandalkan strategi dan keterampilan, bukan sekadar keberuntungan (Foto : Tabayyun.Co.Id)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GORONTALO – Sejarah baru bagi dunia olahraga ketangkasan di Provinsi Gorontalo resmi terukir. Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Gorontalo sukses menyelenggarakan Turnamen Domino Tingkat Provinsi yang menjadi magnet bagi ratusan atlet dari berbagai penjuru daerah.
Di bawah kepemimpinan Ketua Pengprov PORDI Gorontalo, Andi Ilham, SE, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum transformasi citra domino dari sekadar permainan pengisi waktu luang menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara nasional.
Dalam sejarahnya, domino sering kali dipandang sebelah mata sebagai permainan rekreatif di pos ronda atau warung kopi. Namun, melalui wadah PORDI, permainan ini kini memiliki aturan baku, sistem poin yang terukur, dan jenjang kompetisi yang jelas.
Ketua PORDI Gorontalo, Andi Ilham, SE, dalam keterangan persnya usai menutup turnamen domino menekankan bahwa kesuksesan turnamen ini merupakan bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap olahraga otak ini.
”Kami ingin membuang stigma negatif yang selama ini melekat. Domino adalah olahraga yang mengandalkan strategi, memori, dan konsentrasi tinggi. Turnamen ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet Gorontalo memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah nasional,” ujar Andi Ilham.
Turnamen yang diikuti oleh perwakilan dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo ini berlangsung sengit. Meja-meja pertandingan dipenuhi dengan suasana hening yang tegang, di mana setiap kepingan domino yang dijatuhkan merupakan hasil perhitungan matang.

Beberapa poin penting dari kesuksesan acara ini meliputi:
• Standar Kompetisi: Menggunakan aturan resmi PORDI yang menjunjung tinggi kejujuran dan disiplin.
• Partisipasi Luas: Diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga tokoh masyarakat, menunjukkan domino sebagai olahraga pemersatu.
• Output Atlet: Para pemenang dalam turnamen ini diproyeksikan untuk mewakili Gorontalo pada ajang seleksi nasional ke depan.
Keberhasilan Andi Ilham dalam menahkodai gelaran ini mendapat apresiasi luas dari para peserta. Langkah ini dianggap sebagai fondasi kuat bagi PORDI Gorontalo untuk terus melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dengan berakhirnya turnamen ini, PORDI Gorontalo telah menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga produktif dalam melahirkan kompetisi yang berkualitas bagi masyarakat Gorontalo.
Penyelenggaraan Turnamen: Sebagai bagian dari upaya profesionalisasi, PORDI telah aktif menyelenggarakan berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Domino Nasional, yang menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia olahraga intelektual di Indonesi.
Pada kesempatan itu, Andi Ilham juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kota Gorontalo dan semua jajaran Pengurus, Panitia termasuk para atlet dari berbagai daerah, wabil khusus Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, ditengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk membersamai turnamen dalam rangka memeriahkan 25 Tahun Kelahiran Provinsi Gorontalo.
Latar Belakang dan Sejarah
Permainan domino sendiri memiliki sejarah panjang, berasal dari Tiongkok pada masa Dinasti Song sekitar tahun 960 M, dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, permainan ini lebih dikenal luas dengan sebutan “gaple” dan menjadi bagian dari budaya populer di masyarakat.
Berawal dari popularitas tersebut, muncul inisiatif untuk mengangkat derajat domino ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu sebagai cabang olahraga yang diakui secara resmi. Upaya ini memuncak dengan berdirinya PORDI.
Beberapa poin penting dalam sejarah lahirnya PORDI meliputi:
Tanggal Pendirian: PORDI resmi didirikan pada 12 Desember 2019.
Transformasi Citra: Organisasi ini bertujuan mengubah persepsi domino dari sekadar permainan biasa, yang terkadang diasosiasikan dengan judi, menjadi olahraga intelektual yang mengedepankan strategi dan ketangkasan berpikir. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan telah menyatakan bahwa bermain domino diperbolehkan selama tidak mengandung unsur perjudian dan tidak mengganggu kewajiban agama.
Pengakuan Pemerintah: PORDI terus berupaya mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pada Juli 2025, dikabarkan bahwa surat dari Kemenpora akan segera terbit untuk mencatat PORDI sebagai organisasi profesional dan domino sebagai cabang olahraga resmi.
Penyelenggaraan Turnamen: Sebagai bagian dari upaya profesionalisasi, PORDI telah aktif menyelenggarakan berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Domino Nasional, yang menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia olahraga intelektual di Indonesia.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











