Sambutan Bupati Drs. H. Ismet Mile, MM yang turut didampingi Sekda Bone Bolango Dr. Iwan Mustapa dan Ketua DPRD Bone Bolango Faisal Yunus, SE, dalam acara adat Tonggeyamo,. [F. Onal / PROKOPIM Bone Bolango]
BONE BOLANGO – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone Bolango pada Jumat malam (20/3). Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango resmi menggelar acara adat Tonggeyamo, sebuah tradisi sakral yang menandai penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara yang merupakan warisan turun-temurun masyarakat Gorontalo ini bukan sekadar seremoni formal. Tonggeyamo menjadi wadah musyawarah adat untuk menyatukan pandangan terkait hari kemenangan umat Muslim, sekaligus memperkuat ikatan spiritual antarwarga.
Dalam sambutannya, Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menekankan betapa krusialnya menjaga warisan leluhur ini di tengah arus modernisasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan tradisi ini luntur.
”Tonggeyamo adalah identitas kita. Saya mengajak seluruh masyarakat Bone Bolango untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Ini adalah kearifan lokal yang menjadi perekat kehidupan sosial kita selama ini,” ujar Bupati Ismet Mile.
Sebagai tradisi tahunan, Tonggeyamo berfungsi sebagai simbol ketaatan terhadap tatanan adat dan agama. Melalui prosesi ini, nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap pemimpin serta tokoh agama ditonjolkan kembali, menjadikannya fondasi kuat bagi kerukunan sosial di wilayah Bone Bolango.
Dengan dilaksanakannya tradisi ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan penuh suka cita, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











