Inspeksi mendadak oleh Pengurus Koperasi GASS di Desa Buluhu Tengah Kecamatan Bulihu Kab Gorontalo, Senin (23/3/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GORONTALO – Pengurus Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) bergerak cepat merespons pemberitaan mengenai keluhan kualitas layanan internet salah satu anggotanya.
Langkah “tancap gas” ini diambil untuk melakukan kroscek lapangan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di salah satu media daring.
Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, didampingi Sekretaris, Bendahara, dan Badan Pengawas, turun langsung meninjau lokasi di Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, pada Senin sore (23/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Moh Rizki selaku pemilik (owner) usaha layanan WiFi memberikan klarifikasi di hadapan pengurus koperasi.
Ia membantah narasi yang beredar dan menilai pemberitaan tersebut tidak sepenuhnya akurat, cenderung menggiring opini negatif, serta kurang berimbang sebagaimana diatur dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Rizki memaparkan beberapa poin krusial untuk meluruskan persepsi publik mengenai sistem voucher dan kualitas jaringan yang dikelolanya:
Transparansi Harga:
Voucher seharga Rp3.000 memiliki masa aktif 24 jam dengan durasi pemakaian efektif selama 10 jam.
Logika Konsumsi: Rizki menyangsikan klaim pelanggan yang mengaku membeli voucher hingga 5 kali dalam sehari.
”Jika benar ada pelanggan yang membeli banyak voucher untuk anggota keluarganya, hal itu justru membuktikan bahwa jaringan ini layak dan direkomendasikan untuk digunakan oleh orang lain,” tegasnya dalam pertemuan yang juga dihadiri salah satu pelanggan, Faliadji Ula.
Komitmen Layanan Teknis
Lebih lanjut, Rizki menekankan bahwa setiap kendala teknis di lapangan selalu ditangani dengan responsif. Ia menjamin bahwa setiap gangguan yang muncul diperbaiki dalam rentang waktu maksimal 1×24 jam.
Ia juga menyayangkan penggunaan sumber berita yang bersifat anonim dalam laporan sebelumnya.
“Sumbernya hanya satu orang anonim. Bagaimana mungkin itu dianggap mewakili kondisi seluruh desa?” tambahnya.
Kesaksian Pelanggan
Senada dengan hal tersebut, Faliadji Ula, seorang pelanggan setempat, mengungkapkan bahwa layanan WiFi tersebut selama ini berjalan normal dan sangat membantu mobilitas digital masyarakat kecil.
”Selama saya menjadi pelanggan, tidak ada masalah serius. Layanan ini sangat membantu kami, khususnya masyarakat kurang mampu, agar tetap bisa mengakses internet dengan mudah. Kalaupun ada keluhan, sebaiknya didiskusikan secara kekeluargaan, tidak perlu langsung dibawa ke media,” pungkas Faliadji.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











