GORONTALO – Menanggapi pemberitaan mengenai keluhan warga terkait kualitas layanan internet di Desa Biluhu Tengah, Moh Rizki selaku pemilik (owner) usaha layanan WIFI memberikan klarifikasi resmi.
Pihaknya menilai informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat dan cenderung menggiring opini negatif, dan terkesan pemberitaan tidak berimbang sebagaimana yang diatur oleh UU Pers dan Kode Etik Jurnalis.
Moh Rizki memaparkan beberapa poin penting untuk meluruskan persepsi publik mengenai sistem voucher dan kualitas jaringan yang dikelolanya:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Logika Penggunaan Voucher
Rizki menjelaskan bahwa voucher seharga Rp3.000 memiliki masa aktif 24 jam dengan durasi pemakaian 10 jam. Ia menyangsikan klaim satu orang pelanggan yang mengaku membeli voucher hingga 5 kali dalam sehari.
2. Kualitas Jaringan:
Jika benar ada pelanggan yang membeli banyak voucher untuk keluarga (anak/istri), hal itu justru membuktikan bahwa jaringan tersebut layak dan direkomendasikan untuk digunakan oleh anggota keluarga lainnya.
3. Penanganan Gangguan:
Rizki menegaskan bahwa setiap kendala teknis di lapangan selalu ditangani dengan cepat. “Semua gangguan yang muncul dapat diperbaiki dalam rentang waktu maksimal 1×24 jam,” tegasnya.
Ia juga membantah adanya paksaan dalam pembelian voucher dan menyayangkan sumber berita yang bersifat anonim. “Sumbernya cuma satu orang anonim, bagaimana bisa dianggap mewakili kondisi seluruh desa?” tambahnya.
Senada dengan pemilik, salah seorang pelanggan setia mengungkapkan bahwa selama ini layanan WIFI tersebut berjalan normal dan sangat membantu masyarakat kecil.
”Selama saya menjadi pelanggan tidak ada masalah serius. Layanannya cukup membantu kami, khususnya masyarakat kurang mampu, agar bisa mengakses internet dengan mudah. Kalaupun ada keluhan, sebaiknya didiskusikan bersama, tidak perlu langsung dimediakan,” ungkap pelanggan.
Respons Koperasi GASS
Sebagai induk organisasi yang menaungi usaha jasa jual kembali (re-sell) WIFI tersebut, Pengurus Koperasi GASS turut memberikan tanggapan resmi. Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
”Saat ini masyarakat butuh layanan, bukan debat. Adanya informasi ini kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan layanan ke depannya,” ujar Bahrun.
Ia juga menegaskan bahwa Koperasi GASS berkomitmen penuh untuk:
• Menindaklanjuti setiap kendala teknis sesuai prosedur yang berlaku.
• Menjaga koordinasi agar layanan tetap optimal dan stabil bagi warga Biluhu.
• Membuka ruang komunikasi langsung bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak pengelola berharap situasi di masyarakat tetap kondusif dan kepercayaan terhadap layanan internet desa yang dikelola oleh anggota Koperasi GASS dapat terus terjaga.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











