GORONTALO UTARA – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mulai memacu langkah strategis untuk menghapus “titik buta” digital di pelosok desa. Komitmen ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Gorut, Suleman Lakoro, saat menerima kunjungan pengurus Koperasi Global Akses Sejahtera (GASS) di ruang kerja Asisten III, Selasa (28/4/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Didampingi jajaran pejabat teras—mulai dari Asisten III Marzuki Tome hingga Kadis Kominfo Sefry Bobihoe—Pemkab Gorut membahas misi besar: menjadikan desa sebagai subjek aktif teknologi, bukan sekadar penonton.
Ketua Koperasi GASS, Bahrun Usman, memaparkan bukti nyata bahwa internet bisa menjadi ladang uang baru bagi desa. Melalui pilot project di BUMDes Molingkapoto Selatan, layanan internet desa terbukti sukses secara finansial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melayani 30 rumah dengan omzet Rp3 juta – Rp4 juta per bulan (hanya dalam 3 bulan).
Target mendatang dimana perluasan ke 100 rumah dengan potensi pendapatan tembus Rp10 juta per bulan.
“Kami ingin BUMDes mandiri secara teknologi dan finansial. Namun, skala besar butuh payung hukum dan perlindungan usaha dari pemerintah daerah,” tegas Bahrun.
Misi Strategis: PAD dan Perlindungan Usaha Rakyat
Kolaborasi ini tidak hanya soal sinyal WiFi, tapi juga soal memperkuat kas daerah dan melindungi pengusaha kecil. Dua poin utama yang dibahas adalah Kontribusi PAD. Koperasi GASS siap membantu Pemda menyusun kajian Peraturan Daerah (Perda) Retribusi Jasa Telekomunikasi agar sektor ini menyumbang Pendapatan Asli Daerah.
Wadah RT/RW Net: Menjadi payung bagi pelaku usaha internet mandiri agar kualitas layanan terjaga dan mencegah praktik monopoli oleh pihak besar.
Respon Pemda: “Lampu Hijau” untuk Digitalisasi
Menanggapi paparan tersebut, Sekda Suleman Lakoro memberikan dukungan penuh. Sebagai langkah konkret, Pemkab Gorut akan segera mendata seluruh pengusaha “WiFi Rumahan” di wilayah tersebut.
“Digitalisasi desa adalah keniscayaan. Kami akan mulai dengan pendataan agar kolaborasi ini berjalan sesuai koridor hukum dan memberikan dampak kesejahteraan maksimal bagi warga,” pungkas Sekda Suleman.
Langkah kolaborasi ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi kreatif berbasis digital di bumi “Gerbang Emas” Gorontalo Utara.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











