“Estimasi pendapatan kita sekitar Rp300 Miliar dengan waktu realisasi mulai Juli 2026, dan insyaallah dana segar inilah yang nantinya dipersiapkan menjadi motor penggerak roda ekonomi sekaligus membiayai berbagai program pro-rakyat yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran,” tegas Bupati Ismet. [F.KLIKINDONESIA.CO]
BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tapa pada Kamis (21/5/2026) ini dipadati oleh ratusan warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema “Menjaga Stabilitas Pasokan Harga Pangan Serta Mendukung Daya Beli Masyarakat”, GPM kali ini menjadi momentum penting di tengah situasi ekonomi daerah yang sedang menantang.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, dalam sambutannya secara terbuka membeberkan kondisi keuangan daerah yang tengah memperketat ikat pinggang. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone Bolango, seperti halnya wilayah lain di Indonesia, sedang menghadapi tantangan defisit fiskal yang menuntut efisiensi anggaran secara besar-besaran.
“Tahun ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita mengalami pengurangan hingga Rp100 miliar,” ungkap Ismet di hadapan warga.
Meski diterpa pemotongan anggaran, Ismet menegaskan komitmennya untuk menyejahterakan rakyat tidak akan pudar. Pemerintah daerah dipastikan akan terus berupaya mengintervensi harga pasar melalui subsidi agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
“Jika tidak ada potongan APBD, keinginan saya adalah mengembalikannya langsung ke rakyat agar barang-barang kebutuhan bisa gratis, atau setidaknya tidak dibeli dengan harga tinggi. Mari kita berdoa, di akhir tahun anggaran nanti dana tersebut bisa dialihkan kembali ke daerah,” tutur Ismet yang langsung disambut riuh tepuk tangan warga.
Di tengah impitan anggaran, Ismet Mile membawa kabar baik yang diharapkan mampu menjadi solusi kebuntuan ekonomi daerah. Setelah melakukan lobi dan pembicaraan intensif dengan Gubernur serta jajaran pimpinan (General Manager) perusahaan pertambangan besar sekitar seminggu lalu, komitmen baru akhirnya tercapai.
Mulai bulan Juni atau Juli mendatang, status pertambangan di Bone Bolango yang selama ini masih dalam tahap eksplorasi akan resmi naik kelas menjadi eksploitasi. Perubahan status ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Insyaallah estimasi pendapatan kita sekitat Rp300 Miliar dengan waktu realisasi mulai Juli 2026, dan insyaallah dana segar inilah yang nantinya dipersiapkan menjadi motor penggerak roda ekonomi sekaligus membiayai berbagai program pro-rakyat yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran,” tegas Bupati yang disambut tawa gembira warga yang hadir.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











