Dilema Tapal Batas TNBNW: Warga Bone Bolango Terancam Pidana hingga Krisis Air Bersih

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“… Menyadari bahwa ancaman pidana dalam kasus kehutanan tergolong berat, Rakhmatiyah menegaskan bahwa DPRD tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi …’ (F. Ulanda.Id)

 

BONE BOLANGO – Persoalan tapal batas Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) kembali memicu gejolak di tengah masyarakat Kabupaten Bone Bolango.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruang hidup warga yang kian menyempit kini diperparah oleh ancaman pidana yang menjerat sejumlah penduduk desa, serta bayang-bayang krisis air bersih yang mulai mengintai.

​Merespons jeritan warga, Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango langsung menggelar rapat dengar pendapat untuk memediasi konflik yang kian meruncing ini.

Niat Amankan Jaringan Listrik, Berujung ke Ranah Hukum

​Ketua Komisi I DPRD Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, mengungkapkan bahwa fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah menindaklanjuti permohonan mediasi dari masyarakat Desa Tulabolo Induk. Warga meminta perlindungan hukum atas kasus yang menimpa tiga orang rekan mereka.

​Ketiga warga tersebut dilaporkan oleh pihak Balai Taman Nasional kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan atas dugaan penebangan sembilan batang pohon di kawasan lindung. Namun, versi masyarakat menceritakan kronologi yang berbeda.

“Warga menyampaikan bahwa pohon tersebut sebenarnya sudah tumbang dan posisinya mengancam tiang listrik desa. Karena alasan keselamatan bersama, mereka berinisiatif memotongnya,” ujar Rakhmatiyah.

​Sayangnya, niat baik tersebut berujung fatal. Dalam proses evakuasi, beberapa batang pohon yang tumbang diolah menjadi papan dan dijual oleh warga. Tindakan inilah yang kemudian diseret ke ranah hukum.

DPRD Siap Jembatani Mediasi

​Menyadari bahwa ancaman pidana dalam kasus kehutanan tergolong berat, Rakhmatiyah menegaskan bahwa DPRD tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pihak otoritas Taman Nasional.

“Kami akan memfasilitasi mediasi agar persoalan ini dapat dibicarakan bersama. Tujuannya bukan mencampuri proses hukum yang sedang berjalan, tetapi mencari solusi terbaik agar semua pihak memperoleh keadilan dan kejelasan,” tegasnya.

Mendesak Perubahan Status Kawasan

​Selain kasus hukum, rapat tersebut juga membongkar akar masalah yang jauh lebih mendasar: ketidakpastian status lahan garapan warga.

​Dalam forum tersebut, masyarakat mendesak agar pemerintah mengkaji ulang tapal batas TNBNW. Warga berharap sebagian wilayah yang kini diklaim sebagai kawasan taman nasional dapat dialihstatuskan menjadi Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Perubahan ini dinilai krusial agar aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat memiliki legalitas hukum yang sah.

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, Rakhmatiyah meminta agar koordinasi antarlembaga ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang kembali. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan pihak eksternal yang berkaitan dengan fasilitas publik.

​“PLN juga harus dihadirkan dalam pembahasan selanjutnya. Harus ada prosedur dan SOP yang jelas serta tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat ketika ada pohon yang mengancam jaringan listrik,” pungkasnya.*[]

Penulis : Harissusanto Toonawu

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klikindonesia

Berita Terkait

Sepak Bola Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Waka Pedro Bau : Dorong Lahirnya ZRM CUP 18 Kecamatan
Kawal Kesejahteraan Guru dan Fasilitas Sekolah, DPRD Bone Bolango Luncurkan Aplikasi ‘Lapor Dewan’
Dukung Kemandirian Petani, Faisal Mohie : Pemkab Bone Bolango Beri Lampu Hijau Lahan 2 Hektar untuk Pusat Teknologi KTNA
Sowan ke DPRD, KNPI Bone Bolango Matangkan Rencana Turnamen Sepak Bola U-16 “Kami bermimpi
KNPI Tapa Sukses Gelar Forum “Rakyat Bertanya, Dewan Menjawab”, Jembatani Aspirasi Warga dan DPRD
Ringankan Beban Orang Tua, Suleman Taumbe Salurkan Perlengkapan Sekolah di Bone Pesisir 
Momentum Kapolres Cup 2026: AKBP Supriantoro Terima Penghargaan Tertinggi dari PSSI Bone Bolango
Dua Kali Batal, DPRD Bone Bolango Desak PT Bumi Nusantara Perkasa Transparan Soal Smelter

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:53 WIB

Sepak Bola Bukan Lagi Sekadar Hiburan, Waka Pedro Bau : Dorong Lahirnya ZRM CUP 18 Kecamatan

Senin, 13 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kawal Kesejahteraan Guru dan Fasilitas Sekolah, DPRD Bone Bolango Luncurkan Aplikasi ‘Lapor Dewan’

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:55 WIB

Dukung Kemandirian Petani, Faisal Mohie : Pemkab Bone Bolango Beri Lampu Hijau Lahan 2 Hektar untuk Pusat Teknologi KTNA

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sowan ke DPRD, KNPI Bone Bolango Matangkan Rencana Turnamen Sepak Bola U-16 “Kami bermimpi

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:44 WIB

KNPI Tapa Sukses Gelar Forum “Rakyat Bertanya, Dewan Menjawab”, Jembatani Aspirasi Warga dan DPRD

Berita Terbaru