“Saya percaya bahwa kontribusi Alumni seperti ini adalah cerminan kemajuan sekolah. Mereka bukan hanya mengenang, tetapi membangun …”
BONE BOLANGO – Risman Tolingguhu, sosok Wakil Bupati Bone Bolango, hadir tanpa protokol berlebih, hanya dengan khas senyum tarpancar hadir guna memenuhi undangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tatkala gelombang kebersamaan itu mengalir dari tawa para undangan, pelukan antara guru dan alumni yang begitu hangat, serta langkah para siswa, dan senyum tamu undangan SMA Negeri 1 Kabila turut mewarnai proses acara puncak Milad ke 60-Tahun sekolah itu berdiri.
Peristiwa kebersamaan itu tidak sekedar “ngumpul bareng” juga bukan sebatas Milad, namun lebih dari itu suasana kebatinan dimana ada jumpa antara masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
Hangatnya kerumunan itu, nampak berdirilah sebuah bangunan baru yang memantulkan cahaya matahari di permukaannya. Itu tidak lain Masjid A.A Wahab, buah tangan dan cinta kasih Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kabila.
Sekilas, ini bukan hanya sekedar bangunan tempat dimana sembah dan sujud, tetapi simbol, penyatuan dari semua karakter, latar belakang para alumninya yang dengan suka rela menghadirkan persembahan terbaiknya untuk masa depan ummat.
Tatkala prosesi peresmian usai, dan kata sambutan selesai dibacakannya, sang Wabup Risman Tolingguhu melakukan sesuatu yang tak banyak diduga. Ia menyodorkan Rp.5 juta dari kantong pribadinya. Tanpa selebaran kamera, tanpa tepuk tangan yang diminta.
“Ini bentuk kecil dari rasa syukur dan dukungan saya terhadap apa yang dibangun bersama oleh Alumni dan pihak sekolah,” tutur Wabup Risman pelan namun menyentuh dalam, saat menghadiri perayaan Milad ke-60 SMA Negeri 1 Kabila yang dirangkaikan dengan peresmian Masjid A.A Wahab IKA SMA Negeri 1 Kabila, Jumat (22/8/2025).
Mungkin sumbangan itu kecil secara angka bagi sebagian orang. Namun bagi mereka yang memahami makna kehadiran, itu adalah tanda bahwa masih ada pemimpin yang lebih memilih menjadi bagian dari masyarakat, bukan berdiri di atasnya.
Masjid A.A Wahab, yang kini berdiri teguh di jantung sekolah, bukan sekadar rumah ibadah. Ia adalah pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai rapor, melainkan juga tentang akhlak, nilai, dan ruang sujud yang tenang diantara riuh ujian kehidupan.
“Saya percaya bahwa kontribusi Alumni seperti ini adalah cerminan kemajuan sekolah. Mereka bukan hanya mengenang, tetapi membangun,” tandasnya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











