“Itulah cara kita berterima kasih kepada rakyat sebagai anggota DPRD. Orang mengatakan suara DPR adalah suara rakyat karena benar, kami di sini adalah representasi dari rakyat …”
BONE BOLANGO – lagi, sekolompok masyarakat yang terhimpun dalam Aliansi Peduli Masyarakat Kecil, menyampaikan aduan mereka terkait masalah dugaan sita aset oleh salah satu bank BUMN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi damai itu digelar pada Senin (15/9/25) di halaman Kantor DPRD Provinsi Gorontalo.
“Alhamdulillah, sebagai wakil rakyat, kami menerima kembali keluh kesal takyat kita untuk diperjuangkan,” ujar Hamzah Idrus kepada media.
Kata Hamzah, para pendemo itu selanjutnya diterima di ruang kerja Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo dan dipersilahkan menyampaikan aspirasinya.
“Ini aspirasi terkait masalah pelelangan rumah oleh salah satu pihak bank, dan mereka berharap bisa diselesaikan dengan se-adil adilnya dan tentu ada kepastian hukumnya,” tuturnya.
Menurut aleg PKS Dapil Bone Bolango itu, massa aksi menyampaikan keberatan atas pelelangan rumah oleh pihak Bank, sehingga berharap agar Komisi II dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut demi keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak.
“Sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat, Insyaallah akan kami bawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Bank, agar supaya ada keseimbangan dan kejelasan bagi masyarakat,” jelasnya.
Bagi Hamzah, hidup di alam negara demokrasi menuntut mereka para anggota DPRD agar memahami dengan benar bagaimana cara masyarakat menyalurkan aspirasinya.
“Kebebasan menyalurkan aspirasi dan menyampaikan pendapat adalah salah satu inti dari demokrasi itu sendiri. Sehingga wakil rakyat memegang peran penting untuk mampu menterjemahkan apa yang menjadi keluh kesal rakyat yang kita wakili,” tegasnya mengingatkan.
Menurutnya, DPRD lebih terbuka, dan tidak cukup hanya sekedar mendengar aspirasi rakyat saja, melainkan mengawal aspirasi yang disampaikan secara tuntas berdasarkan regulasi yang tersedia.
”Itulah cara kita berterima kasih kepada rakyat sebagai anggota DPRD. Orang mengatakan, suara DPR adalah suara rakyat karena benar, kami di sini adalah representasi dari rakyat, sehingga puas tidak puas, cukup tidak cukup, apa yang kita perjuangkan, anggota DPRD harus terdepan untuk mendengar dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia













Komentar