POHUWATO – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib Jaya) Provinsi Gorontalo, menyarankan kepada pihak perusahaan PT. Pets Kabupaten Pohuwato, untuk tidak melakukan produksi besar-besaran sebelum konflik bersama masyarakat di tuntaskan, Senin (22/09/2025).
Ketua Satgas Grib Jaya Provinsi Gorontalo yang di wakili oleh Hais Rahmola mengatakan, pihaknya telah menerima banyak aduan dan laporan masyarakat terkait sengketa lahan yang belum menemukan titik terang dari pihak perusahaan.
“Kami mendesak perusahaan PT PETS Pohuwato untuk menghormati hak-hak masyarakat adat dan segera menyelesaikan masalah ini secara damai dan adil, tanpa ada korban,”tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hais Rahmola menyampaikan, jika pihak perusahaan masih apatis dan masa bodoh terkait saran yang disampaikan, maka tentu Grib Jaya Provinsi Gorontalo akan mengambil langkah-langkah taktis sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.
“Jika pihak perusahaan PT.PETS tidak mengindahkan saran yang kami berikan, maka tentu GRIB Jaya akan melakukan upaya lain, salah satunya mengawal rekomendasi ini ke Kementerian bersama ketua umum GRIB Jaya Hercules Rosario De Marshal ke kementrian SDM dan Presiden RI. Jangan sampai rakyat menempuh jalannya sendiri untuk mencari keadilan dengan cara lain,” sarannya.
Menurutnya, GRIB Jaya hadir untuk memediasi persoalan ini agar tidak berlarur larut, apalagi disana ada hak-hak rakyat yang harus dilindungi.
Berikut beberapa tuntutan ultimatum yang di berikan kepada pihak perusahaan:
– Hentikan kriminalisasi dan intimidasi terhadap rakyat penambang.
– Bayarkan kompensasi/tali asih secara adil, layak dan transparan.
– Hentikan perampasan dan pengalihan fungsi lahan serta selesaikan konflik agraria dengan adil.
– Tolak segala bentuk relokasi masyarakat dari tanah leluhur kami.
– Buka dokumen AMDAL secara transparan dan jalankan seluruh rekomendasinya.
– Tolak alih fungsi kawasan hutan desa Hulawa menjadi konsesi perusahaan.
– Tuntaskan dan jelaskan kepemilikan saham 51% KUD Dharma Tani: untuk siapa? untuk masyarakat atau segelintir elit?
– Prioritaskan tenaga kerja lokal Pohuwato dalam perekrutan tanpa diskriminasi.
Dengan demikian, Grib Jaya Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa kesabaran rakyat sudah berada di batas akhir. Jika PT PETS masih berani bermain-main dengan nasib masyarakat dan mengabaikan ultimatum ini, maka gelombang perlawanan besar tidak akan bisa dibendung. Perusahaan harus memilih:
hormati hak rakyat atau bersiap menghadapi amarah massa yang akan menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di Pohuwato.*[]
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











