GORONTALO – Memasuki momentum suci Ramadan, Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Gorontalo sukses menghidupkan suasana religius yang kental dengan nilai kekeluargaan.
Bertempat di Masjid Baitul Ar-Rasyid, Bunggalo, Talaga Jaya, Jumat (6/3/2026), KKSS menggelar agenda besar bertajuk “Buka Puasa & Tarawih Bersama”.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Dengan mengusung tema “Bulan Suci Ramadhan Menyatukan Silaturahmi, Ibadah, dan Keberkahan serta Bertaqwa dalam Bingkai KKSS”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini dirancang sebagai wadah penguatan spiritualitas sekaligus peneguhan identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan.
Kemeriahan sudah terasa sejak pagi hari. Ketua Yayasan Baitul Ar-Rasyid, Andi Ilham, mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini terasa lebih istimewa dengan hadirnya Festival Ramadan 2026.
Sejak pukul 08.00 WITA, puluhan anak-anak telah memadati area masjid untuk berkompetisi dalam suasana yang edukatif.
”Kami menyiapkan panggung khusus bagi anak-anak usia 12 tahun ke bawah untuk mengasah bakat dan spiritualitas mereka,” ujar Andi Ilham saat membuka acara.
Terdapat tiga cabang lomba prestisius yang menjadi daya tarik utama:
• Lomba Tahfidz Juz 30: Menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini.
• Lomba Adzan: Melatih keberanian dan kemerduan suara panggilan ibadah.
• Lomba Kultum Ramadan: Membentuk mentalitas dai cilik masa depan.
Puncak acara yang dimulai pukul 17.00 WITA ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idah Syahidah RH, Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi, serta Ketua Umum BPW KKSS Provinsi Gorontalo H Jaenal Mappe.
Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan motivasi bagi warga KKSS untuk terus berkontribusi bagi pembangunan di Gorontalo.
Ketua Badan Takmir Masjid Baitul Ar-Rasyid Ustat Akhzan menjelaskan bahwa sebelum waktu berbuka tiba, suasana haru sekaligus bahagia bakal menyelimuti lokasi saat sesi pemberian santunan kepada anak-anak yatim dilakukan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Ramadan adalah semangat berbagi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari penceramah kondang, Habib Salim bin Abdurrohman Al-Jufri, yang memberikan kesejukan rohani bagi seluruh jamaah.
Di sela-sela kegiatan, Andi Ilham menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan pengejawantahan dari prinsip hidup masyarakat Sulawesi Selatan:
• Mali Siparappe: Saling menghanyutkan (menolong) saat kesulitan.
• Rebba Sipatokkong: Saling menegakkan saat terjatuh.
• Malelu Sipakainge: Saling mengingatkan dalam kebaikan.
• Pada Idi Pada Elo Sipatuo Sipatokkong: Seiya sekata, saling menghidupkan dan mendukung.
”Melalui harmoni antara ibadah, pendidikan generasi muda, dan pelestarian nilai budaya, KKSS Gorontalo berharap Ramadan tahun ini membawa keberkahan yang mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutup tokoh muda potensial ini.
Penulis : Harissusanto Toonawu
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klikindonesia











